Dua Dekade Pasca Tragedi Eks TPA Leuwigajah, Warga Harap Lahan untuk Argowisata Bukan Properti

Tabur Bunga oleh Warga Kampung Adat Cireundeu dalam Rangka Memperingati Dua Dekade Longsor TPA Leuwigajah. (Mong / Jabar Ekspres)
Tabur Bunga oleh Warga Kampung Adat Cireundeu dalam Rangka Memperingati Dua Dekade Longsor TPA Leuwigajah. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dua dekade berlalu sejak tragedi longsor akibat ledakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Cimahi Selatan, namun hingga kini pemanfaatan lahan bekas TPA itu masih belum jelas.

Warga Kampung Adat Cireundeu berharap agar lahan tersebut dikonservasi dan dimanfaatkan untuk agrowisata, bukan dialihfungsikan menjadi properti.

Sejak tahun 2005, lahan eks TPA Leuwigajah tetap terbengkalai, dipenuhi semak belukar dan pepohonan. Tokoh masyarakat Kampung Adat Cireundeu, Abah Widi (62), menyebut bahwa pembangunan perumahan di lahan tersebut bukan pilihan yang mudah.

Baca Juga:Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Ini Strategi Menko Airlangga!Instruksi Megawati Larang Kepala Daerah Ikut Retret, Begini Kata Bang Doel!

“Yang penting kemauan pemerintah itu harus duduk bersama dengan masyarakat. Kalau hunian, saya rasa harus dipertimbangkan matang-matang,” tambahnya.

Lebih jauh, Abah Widi berharap agar lahan tersebut diberikan kepada warga Cireundeu untuk dikelola secara produktif. Mengingat di Cireundeu banyak petani sehingga jika mendapat bantuan pendanaan ke depan, dapat membuat agrowisata dan lainnya.

Menurutnya, lahan eks TPA Leuwigajah memiliki potensi lebih besar jika digunakan untuk sektor yang bermanfaat bagi masyarakat, dibandingkan dengan tempat pembuangan sampah lagi.

0 Komentar