Fantastis! Penjualan Rambutan Sibatulawang Capai Miliar Rupiah

Rambutan Sibatulawang, buah khas Kota Banjar yang memiliki citarasa manis ini bisa mencapai angka penjualan hingga Rp6 miliar lebih per tahun. (Istimewa)
Rambutan Sibatulawang, buah khas Kota Banjar yang memiliki citarasa manis ini bisa mencapai angka penjualan hingga Rp6 miliar lebih per tahun. (Istimewa)
0 Komentar

Menurut data Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, hasil panen rambutan Si Batulawang mencapai 696 ton per tahun.

Yeti Sukmayati, Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Banjar, menjelaskan bahwa populasi pohon rambutan Si Batulawang berdasarkan pendataan tahun 2024 mencapai 8.700 pohon.

Pohon-pohon ini tersebar di lahan seluas 87 hektar, dengan populasi terbanyak berada di Desa Batulawang dan Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman.

Baca Juga:Warga Desak Sidang Gugatan Muller Bersaudara Dibuka untuk Umum, Begini Respon PTUN Bandung!Soal Pemberhentian Siswa Calon Bintara Valyano Boni Raphael dari SPN, Begini Penjelasan Polda Jabar

“Dari 8.700 pohon, setiap pohon rata-rata menghasilkan 80 kg rambutan. Jika dihitung total, hasil panen per tahun mencapai 696 ton,” jelasnya.

Budidaya rambutan Si Batulawang dilakukan baik secara mandiri oleh petani individu maupun melalui kelompok tani.

Pemerintah Kota Banjar pun terus berupaya mempromosikan buah unggulan ini melalui berbagai pameran produk lokal, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Dengan hasil panen mencapai 696 ton atau 696.000 kg per tahun, dan harga jual Rp 10.000 per kg, nilai penjualan rambutan Si Batulawang diperkirakan mencapai Rp 6,96 miliar per tahun.

Angka fantastis ini membuktikan bahwa rambutan Si Batulawang bukan hanya sekadar buah, melainkan juga sumber pendapatan bagi warga sekitar pembudidaya rambutan Sibatulawang. (CEP)

0 Komentar