Sebagai langkah mitigasi lebih lanjut, pemerintah terus berupaya mendorong penggunaan lahan kosong untuk budidaya sayuran dan buah-buahan.
Selain itu, Kota Bandung juga mencatatkan tingkat produktivitas padi yang relatif tinggi, yakni 8,2 ton per hektare, menjadikannya salah satu daerah dengan produktivitas tertinggi di Jawa Barat.
Bandung Timur, mulai dari Gedebage hingga Rancasari, menjadi salah satu kawasan dengan potensi pertanian yang masih bisa dimanfaatkan.
Baca Juga:Alih Fungsi Lahan di Kota Bandung jadi Ancaman Ketahanan PanganData Sirekap Janggal! KPU Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Digugat ke Komisi Informasi Jabar
“Di beberapa kecamatan di Bandung Timur, petani masih semangat untuk bertani. Namun, meski ada lahan, ancaman alih fungsi lahan sangat besar,” lanjut Gin Gin.
Kota Bandung pun telah menetapkan 22 hektare sawah di Ujung Berung sebagai sawah abadi yang tidak boleh dialihfungsikan. Ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah gempuran urbanisasi.
“Petani di Ujung Berung, sekitar 90 orang, masih mengelola lahan sawah tersebut. Walaupun terbatas, kami tetap berupaya mempertahankan kualitas produksi, meski mereka lebih banyak berstatus sebagai buruh tani atau penggarap,” ungkapnya.
Kendati demikian, keberlanjutan sektor pertanian ini masih bergantung pada kebijakan yang mendukung. Gin Gin menegaskan pentingnya insentif dan jaminan harga yang layak bagi petani untuk menjaga stabilitas produksi pangan.
“Pemerintah harus memberi insentif yang cukup dan jaminan harga bagi petani. Rata-rata, satu kelompok petani bisa mengelola sekitar 6 hektare sawah. Jika itu terus dilakukan, meskipun dengan lahan terbatas, kualitas produksi tetap terjaga,” pungkasnya.
