APK PAUD Kota Banjar Tertinggi se-Jawa Barat, Namun Kualitas Pendidikan Masih jadi Sorotan

Ilustrasi Anak PAUD Kota Banjar. Dok. Jabar Ekspres / Cecep Herdi
Ilustrasi Anak PAUD Kota Banjar. Dok. Jabar Ekspres / Cecep Herdi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Meski mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tertinggi se-Jawa Barat, yakni 84,22 persen untuk anak usia 3-6 tahun, Kota Banjar masih dihadapkan pada tantangan serius terkait kualitas pendidikan. Rapor Pendidikan 2024 yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap ketimpangan antara capaian partisipasi dan kualitas layanan pendidikan, terutama di sektor non-formal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Banjar, Kaswad, mengakui adanya kekurangan dalam rapor tersebut, tetapi dia menegaskan bahwa kondisi pendidikan tidak sepenuhnya buruk.

“Tidak semuanya jelek. Di tingkat PAUD, kami justru unggul dengan APK yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Ini prestasi yang patut diapresiasi,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Baca Juga:Pastikan Bogor Street Festival CapGoMeh Berlangsung Tertib dan Aman, Ini Kata Salpol PPWalhi Jabar Temukan Fakta Banjir Rob Indramayu, Sebut Pemerintah Gagal Lindungi Warga dan Abaikan Kehancuran!

Namun, ia mengakui bahwa akreditasi rendah di lembaga PAUD non-formal menjadi titik lemah utama. “Kami akan mendorong peningkatan kualifikasi pendidik PAUD ke jenjang Sarjana. Selain itu, program kesetaraan bagi masyarakat putus sekolah akan dioptimalkan dengan biaya ditanggung pemerintah,” imbuhnya.

Persoalan lain yang mengemuka adalah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Disdik 2025 yang dominan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur sekolah formal. H Kaswad beralasan, kondisi 80 persen gedung sekolah di Kota Banjar memerlukan rehabilitasi mendesak.

“Anggaran pendidikan harus fokus pada peningkatan kualitas, bukan sekadar fisik. Kesenjangan antara pendidikan formal dan non-formal harus segera diatasi,” tegas Sudarsono.

0 Komentar