Menggunakan JKN Jadi Solusi Biaya Perawatan dan Pengobatan Bagi Lansia di Rumah Sakit

JKN
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan di Indonesia, khususnya bagi warga berusia lanjut yang membutuhkan perawatan medis secara rutin.

Hal ini dirasakan langsung oleh Wulansari, yang bersyukur bisa mendapatkan manfaat dari program ini untuk merawat ibunya yang berusia 70 tahun, Alit, yang sedang menjalani pengobatan khusus lansia.

Wulansari, yang ditemui di RSUD Al-Ihsan, menceritakan pengalamannya saat menemani ibunya untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Ibu Alit menderita beberapa penyakit yang memerlukan perhatian medis intensif, termasuk masalah ginjal, cairan di paru-paru, dan pembengkakan jantung.

Baca Juga:Yayasan Jiva Svastha Nusantara Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Mengkonsumsi Air BersihHotel Liburan Keluarga di Lembang: Akomodasi Nyaman Dekat Objek Wisata Populer

Kondisi ini memaksa Alit untuk rutin menjalani perawatan dan kontrol kesehatan di poli lansia setelah menjalani perawatan rawat inap.

”Saya tahu, menjalani perawatan medis ini pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun dengan adanya Program JKN, saya tidak perlu khawatir lagi karena seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengobatan ibunya berjalan lancar karena ia selalu mendaftar sebagai peserta JKN saat berobat, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Kartu JKN menjadi andalan Wulansari dalam memastikan ibunya mendapatkan pelayanan medis tanpa kendala biaya.

”Walaupun saya mendaftarkan ibu sebagai peserta JKN saat mendaftar rawat inap dan kontrol kesehatan, tetapi pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis sangat maksimal tidak mengesampingkan kami sebagai pasien dengan status peserta JKN,” kata Wulansari.

Dalam memastikan proses pengobatan berjalan lancar, Wulansari juga rutin memperbarui surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdaftar setiap tiga bulan. Hal ini dilakukan agar ia tidak mengalami kendala dalam mendapatkan layanan medis bagi ibunya.

”Saya selalu membayar iuran tepat waktu, sebelum tanggal sepuluh setiap bulan. Kalau sampai terlambat, saya sendiri yang akan merugi karena kepesertaan saya dan ibu bisa jadi tidak aktif. Jadi, saya pastikan selalu membayar tepat waktu agar tidak ada gangguan saat berobat,” tambahnya.

Wulansari juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan medis yang diterima ibunya. Menurutnya, petugas medis yang menangani selalu memberikan pelayanan terbaik tanpa ada kesulitan yang berarti.

0 Komentar