Tanggapi Wacana Larangan Study Tour oleh Gubernur Jabar Terpilih, Bupati Bandung: Sepakat, dan Dukung Pemanfaatan Wisata Lokal

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (10/2). Foto Istimewa
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (10/2). Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan tanggapan terkait pernyataan Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi yang melarang sekolah-sekolah untuk mengadakan study tour.

Menurut Dadang, dirinya sangat mendukung langkah tersebut. Terlebih melihat kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Bandung masih terbilang rendah dengan rata-rata per kapita sekitar Rp 11 juta per tahun.

“Maka saya sepakat apa yang di statement-kan oleh Pak Gubernur terpilih bahwa tidak usah ada studi tour dan sebagainya. Kalau itu misalkan akan ada boleh, tapi jangan terlalu sering. Misalkan dalam waktu 6 tahun ini cukuplah cuma satu kali lah kan gitu ya. Artinya mengenal pemahaman dunia luar atau tempat-tempat yang studinya memang sesuai dengan kapasitas,” jelasnya.

Baca Juga:Upaya Dishub KBB Tingkatkan PAD 30 Persen Melalui Intensifikasi Retribusi ParkirWali Kota Bogor Terpilih Dedie Rachim Pastikan Biskita Trans Pakuan Bakal Kembali Beroperasi

Ditanya terkait penguatan secara administrasi, Dadang menyebut jika Pemerintah Kabupaten Bandung akan siap membantu terkait adanya larangan study tour ke daerah.

Sementara itu, Kang DS sapaan akrabnya mengungkapkan khususnya di Kabupaten Bandung masih memiliki banyak tempat wisata dan budaya yang dapat disajikan sebagai sarana pendidikan yang lebih terjangkau.

“Lebih baik manfaatkan yang lokal, karena di Kabupaten Bandung ini banyak tempat-tempat wisata, banyak tempat-tempat budaya, yang harus juga dipahami. Karena kita ada tiga muatan lokal kita itu ada pendidikan bahasa Sunda, ada pendidikan Pancasila, dan pendidikan mengaji menghafal Al-Qur’an,” katanya.

0 Komentar