Andri menjelaskan, saat audiensi antara orang tua murid dan pihak sekolah terkait kasus tersebut, dirinya menyebut jika pihak sekolah sempat memberikan angin segar terkait hal itu.
Menurutnya, pihak sekolah sudah bertanggung jawab dengan dengan datang berhari-hari ke Jakarta untuk mendatangi Kementerian Pendidikan, dan juga menghadap ke Komisi X DPR-RI.
Bahkan jika pihak dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan jika SMAN 1 Cileunyi sudah final soal input data di PDSS.
Baca Juga: Terbukti Mencuri di 5 Minimarket dalam Sehari, Seorang WNA di Jaktim Ditangkap PolisiSoal Kebijakan Efisiensi Anggaran, PHRI Jabar: Rugikan Usaha Hotel, Karyawan Bisa Dirumahkan!
“Jadi ya pasti mereka kebakaran jenggot makanya langsung ke Jakarta untuk datang ke Kementerian dan Komisi X, mereka memperjuangkan juga apa yang kita inginkan, hingga akhirnya ada audiensi hari ini di Sekolah,” bebernya.
Kemudian pihak sekolah pun mengklaim sudah memiliki kabar baik perihal nasib 194 siswa SMAN 1 Cileunyi yang menyebut jika Kementerian akan membuka kembali portal untuk pihak sekolah bisa kembali menginput data.
“Kabarnya dari Kementerian ngasih peluang, dan itu menjadi tanggung jawab sekolah. Jika data-data dari sekolah selesai tinggal urusan Universitas dan Fakultas saja. Nanti juga informasi apapun akan dilaporkan ke group Whatsapp orang tua,” tutur dia.
Tanggapan Sekolah SMA 1 Cileunyi Terkait Kelalaian Input Data
Sementara itu Kepala Tata Usaha SMAN 1 Cileunyi, Daman Darmawan mengakui jika pihak sekolah melakukan kelalaian yang dilakukan petugas saat menginput data siswa ke PDSS.
“Iya kami juga mengakui bahwa ini keterbatasan kami, sehingga mengakibatkan kejadian seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, kelalaian ini terjadi saat laman website atau portal PDSS tiba-tiba terkunci (locked) saat petugas penginput data tengah mengunggah data beberapa siswa di semester 3.
“Jadi tim teknis yang tahu lebih itu hanya beberapa orang saja siswa yang tinggal didata, dan itu sudah semua sudah tinggal di klik sebetulnya. Ya mungkin karena keterbatasan SDM jadinya seperti ini,” katanya.
Baca Juga:Menteri Nusron Panggil 3 Perusahaan Pagar Laut Bekasi, Minta Batalkan Sertifikat KepemilikanTumbuhkan Perekonomian Indonesia, Menteri Maman Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
Daman menambahkan, kegagalan input ini juga bisa secara otomatis menghapus semua data siswa yang terdaftar di SMAN 1 Cileunyi yang berjumlah 194 siswa.
