Kelalaian Pengisian PPDS, 194 Siswa SMAN 1 Cileunyi Terancam Gagal Daftar SPNB, Ini Kata Pihak Sekolah

Ratusan siswa dari SMA 1 Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, terancam gagal mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Foto Agi
Ratusan siswa dari SMA 1 Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, terancam gagal mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Foto Agi
0 Komentar

“Satu saja data siswa gagal diunggah ke PDSS, maka secara otomatis kuota siswa secara keseluruhan menjadi gagal,” ungkapnya.

“Sehingga permasalahannya adalah gagal finalisasi itu ternyata di sistem itu sifatnya merembet, satu gagal, semuanya gagal. Artinya tidak ter entry satu siswa saja atau tidak selesai, itu jadi gagal semuanya. Padahal kami punya kuota itu 194 siswa,” lanjutnya.

Sehingga kata Daman, pihak sekolah pun akhirnya berusaha keras di waktu akhir agar bisa segera finalisasi data siswa sebelum terkunci.
“Teman-teman di sini juga sudah berusaha keras dan di akhir-akhir hanya tinggal beberapa saat lagi untuk klik finalisasi portal keburu dikunci. Otomatis kami masuk kategori yang gagal finalisasi,” sambung dia.

Baca Juga: Terbukti Mencuri di 5 Minimarket dalam Sehari, Seorang WNA di Jaktim Ditangkap PolisiSoal Kebijakan Efisiensi Anggaran, PHRI Jabar: Rugikan Usaha Hotel, Karyawan Bisa Dirumahkan!

Meski begitu, pihak sekolah pun tidak berdiam saja akan tetapi bertanggung jawab dengan menempuh jalur prosedural diantaranya menghubungi dan mendatangi langsung  Kemendikdasmen.

Namun ternyata saat menghubungi dan mendatangi langsung ternyata bukan hanya sekolahnya saja yang mengalami masalah ini, akan tetapi hampir ribuan sekolah menengah pun mengalami hal yang sama.

“Jadi pas di sana memang keluhan bukan hanya dari kami saja, akan tetap ada juga ribuan sekolah menengah yang mengalami problem yang sama. Cuman pas kami datang kesana alhamdulilah langsung diterima oleh Pak Wamen. Dan kami sampaikan keluhan kami. Dengan meminta satu waktu untuk diberi kesempatan membuka 5 menit, 10 menit apalagi bisa 1 jam, kami sudah bisa selamat,” ujarnya.

“Bahkan pak wamen juga berjanji akan membawa persoalan itu ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” sambungnya.

Daman juga menuturkan sebagai bentuk tanggung jawabnya dirinya pun tidak langsung kembali ke Bandung akan tetapi terus bertahan di Jakarta hingga permasalahan ini selesai.

Kemudian, saat menunggu perkembangan kasus ini, pihaknya pun bertemu dengan salah satu staf di Wamen Dikti untuk berdialog langsung.

0 Komentar