JABAR EKSPRES – Tim Pembina Samsat Jawa Barat mencatat 5,4 juta kendaraan menunggak pajak, sehingga pihaknya menyiapkan strategi dan langkah menekan angka penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB).
Selain itu, Tim Pembina Samsat Jawa Barat akan terus mengedepankan aspek inovasi layakan, proses penelusuran pendataan yang akan menjadi fokus utama.
Dalam hal ini, pihak Samsat Jawa barat telah melakukan rapat koordinasi yang dihadiri Kepala Bapebnda Jabar Dedi Taufik, Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Rumino Ardano dan Kepala Cabang Jasa Raharja Hendriawanto.
Baca Juga:Bikin Heboh! Harga Dollar Turun Drastis di Rp8 Ribu, Ternyata Ini PenyebabnyaKolaborasi Aksi Tanam, Yayasan Odesa Indonesia dan SMAK 1 BPK Penabur Bandung Bagikan 3.000 Bibit Pohon
Rincian kesadaran masyarakat yang membayar banyak di antaranya 14.114.056 kendaraan jenis roda dua, lalu 2.918.540 kendaraan bermotor roda empat.
“Masih ada sekitar 5 juta unit kendaraan yang statusnya belum melakukan pembayaran (pajak). Ini tentu berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan. Fokus kami dan tim Pembina Samsat tentu agar angkanya bisa terus ditekan,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).
Kontribusi terbesar dari pendapatan tersebut ditempati oleh PKB dengan nilai Rp9,48 triliun. Meskipun begitu, harus tetap ada upaya untuk meningkatkan kesadaran atau kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
Ia mengatakan, hal ini berkolerasi langsung pada peningkatkan pembangunan di berbagai bidang seperti infrastruktur public, kesehatan hingga Pendidikan. Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi telah membahas hal tersebut di beberapa kesempatan, termasuk dengan tim transisi.
