Kelangkaan LPG 3 Kg di Cimahi Memicu Antrean Panjang dan Kegaduhan, Warga: Ini Sangat Ribet!

Warga Kota Cimahi saat Berburu Gas LPG 3Kg di Salah Satu Pangkalan Gas (Mong / Jabar Ekspres)
Warga Kota Cimahi saat Berburu Gas LPG 3Kg di Salah Satu Pangkalan Gas (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Warga Kota Cimahi harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan LPG 3 kilogram (kg) atau yang dikenal dengan gas melon. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan warga untuk memfotokopi kartu identitasnya sebelum membeli gas ini semakin memperburuk kondisi.

Sejak pagi hari, puluhan warga yang sebagian besar ibu rumah tangga sudah mengantre di pangkalan LPG 3 kg di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.

Di antara mereka, beberapa warga bahkan nekat menghentikan truk agen gas melon yang baru tiba, berharap mendapatkan pasokan gas lebih cepat.

Baca Juga:PFI Bogor Goes To School: Ajak Siswa Sekolah Alam Belajar FotografiTanggapi Kisruh LPG 3 Kg, Wakil Ketua MPR: Pengecer Tetap Diperlukan!

Ia menambahkan, proses ini menjadi semakin menyulitkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang sehari-harinya menghabiskan waktu di dapur.

“Apalagi untuk rumah tangga cuma dapat satu tabung saja. Ini makin susah juga kalau tiba-tiba habis pas sedang masak,” tambahnya.

“Pangkalan saya cuma dikasih 100 tabung dari agen. Itu sudah harus mencukupi. Untuk UMKM dikasih 2 tabung, kalau rumah tangga 1 tabung saja,” ujar Ivan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri Kota Cimahi, Hella Haerani, menegaskan bahwa stok gas melon sebenarnya tidak berkurang, namun distribusinya sempat terhambat.

0 Komentar