Di sudut Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung, aroma khas lilin meleleh menyeruak dari Vihara Dharma Ramsi. Deretan pekerja terlihat sibuk menyelesaikan pembuatan lilin merah raksasa—ikon penting perayaan Tahun Baru Imlek.
Muhamad Nizar, Jabar Ekspres.

Semuanya berwarna merah menyala, melambangkan keberuntungan dan harapan di tahun mendatang. Lilin-lilin ini dihiasi doa-doa dan tulisan berwarna emas, sebagai simbol permohonan berkah bagi mereka yang memasangnya.
Imlek 2025 yang jatuh pada 29 Januari akan menjadi momen istimewa. Tahun ini adalah Tahun Kelinci Elemen Kayu, yang diyakini membawa harmoni, kehangatan, dan optimisme bagi semua. Perayaan ini diharapkan menjadi titik balik setelah berbagai tantangan pandemi dan ekonomi global beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:Identitas Kependudukan Digital Tengah Dijalankan Disdukcapil Kota Bandung, Ini Keuntungannya Bagi Masyarakat!Kasus Robot Trading Net89, Polisi Pastikan Terus Kejar Tersangka DPO
Tahun ini, vihara memproduksi sekitar 120 pasang lilin, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. “Ini menunjukkan kebangkitan setelah pandemi. Orang-orang ingin memberikan doa terbaik mereka. Bahkan dalam situasi sulit, lilin menjadi simbol syukur dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” sambung Candra.
