JABAR EKSPRES – Sejak awal tahun 2025, peningkatakan kunjungan terjadi di Puskesmas Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Peningkatan kunjungan ini berkaitan dengan keluhan sakit yang dialami warga cukup beragam, namun setelah dilakukan pemeriksaan yang paling banyak diderita adalah flu.
“Kunjungan meningkat, terlihat dari setiap Jumat biasanya enggak terlalu penuh, tapi sekarang sama seperti hari-hari biasanya. Ini terjadi dari pas awal tahun 2025,” kata Plt UPT Kepala Puskesmas Cimanggung, Novita Sari, saat ditemui, Rabu (22/1).
Menurut Novita, penyakit yang banyak dikeluhkan warga Kecamatan Cimanggung disebabkan oleh faktor cuaca, mengingat saat ini masih berada di fase musim penghujan.
Adapun untuk penyakit yang tergolong mengkhawatirkan bahkan dinilai berbahaya, sempat ramai di lingkungan tepatnya pada Desember 2024 lalu.
“Jadi keluhan panas tinggi disertai gejala pegal linu, itu menjadi salah satu ciri sakit akibat terkena nyamuk Aedes Aegypti,” bebernya.
BACA JUGA: PDAM Tirta Anom Klaim Air Bersih Bebas Jentik Nyamuk Cegah Tren Peningkatan Kasus DBD di Kota Banjar
Diketahui, nyamuk jenis Aedes Aegypti dikategorikan berbahaya sebab dapat menularkan virus Dengue yang dibawanya, atau biasa disebut juga demam berdarah.
Tak hanya DBD, seseorang yang tersengat nyamuk Aedes Aegypti juga kerap memberikan dampak demam tinggi hingga sekujur tubuh terasa pegal, atau biasa disebut Cikungunya.
Itu karena di dalam darahnya mengandung virus, merupakan sumber penular Demam Berdarah Dengue (DBD).
Adapun virus Dengue berada dalam darah manusia sekiranya selama 4 sampai 7 hari mulai 1 hingga 2 hari sebelum demam berkepanjangan.
Novita menerangkan, penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dialami warga Kecamatan Cimanggung itu sedikitnya terjadi di dua desa.
Menurut laporan yang diterimanya dari Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), di wilayah Cikahuripan dan Pasirnanjung terdapat warga yang positif cikungunya.
BACA JUGA: Sepanjang 2024, 19 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD di Bandung Barat
“Di Desa Cikahuripan dari tiga warga yang dilakukan pemeriksaan RDT (Rapid Diagnostic Test), yang positif Cikungunya ada satu orang,” terangnya.
“Untuk yang di Desa Pasirnanjung, kita lakukan pemeriksaan RDT ke lima orang warga dan semuanya dinyatakan negatif,” lanjut Novita.