JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung beberkan terkait mekanisme pembelajaran siswa saat bulan Ramadan 1446 Hijriah. Terlebih, terdapat wacana peliburan sekolah di momen tersebut.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tantan Syurya Santana menuturkan, apabila merujuk pada petunjuk teknis, memang terdapat model penugasan siswa yang akan diliburkan selama lima hari di awal bulan Ramadan.
Selapas itu, jam pelajaran akan disesuaikan agar siswa mampu pulang lebih awal. Akan tetapi, hal tersebut juga diatur agar jam pelajaran sesuai dengan ketentuan kurikulum. Materi pembelajaran juga akan lebih menekankan pendidikan karakter, terutama dalam aspek ibadah, sahur, sholat, mengaji, dan tarawih.
Baca Juga:Datangi Kejati Jabar, Sejumlah Aliansi Masyarakat Minta Kasus Dugaan Gratifikasi di Purwakarta Terus Diusut!Sowan ke Wamenlu Anis Matta, Dedie Rachim Beberkan Hal ini untuk Pembangunan Kota Bogor
“Kami ingin memastikan bulan Ramadan tetap menjadi momen pembelajaran, meskipun ada penyesuaian materi dan jadwal. Siswa tetap belajar, tidak libur, dengan penguatan pada pendidikan karakter,” kata Tantan, Rabu (22/1).
Namun, kata dia, pihaknya masih menunggu finalisasi Surat Edaran Bersama yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.
“Surat edaran ini masih dalam bentuk konsep dan diperkirakan rampung awal Februari. Kami belum secara resmi menerapkannya. Namun, nantinya kami akan membuat Surat Edaran kepada seluruh satuan pendidikan dengan petunjuk teknisnya,” ujarnya.
Tantan mengimbau orang tua untuk turut memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar selama bulan Ramadan. Dukungan orang tua dalam meningkatkan ibadah anak, sahur, sholat, mengaji, dan tarawih, dianggap penting untuk membangun keseimbangan antara pendidikan akademik dan spiritual.
“Dengan iman, hidup menjadi terarah. Dengan ilmu, hidup menjadi mudah. Pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa yang didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Tantan.
Tantan menegaskan tujuan pendidikan selama Ramadan mencetak siswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang soleh dan solehah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara holistik.
