Ternyata Segini Kekayaan Bos Gudang Garam yang Diterpa Isu Bangkrut

Ternyata Segini Kekayaan Bos Gudang Garam yang Diterpa Isu Bangkrut
Ternyata Segini Kekayaan Bos Gudang Garam yang Diterpa Isu Bangkrut
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Gudang Garam dikenal sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Akan tetapi, kini PT Gudang Garam kabarnya berada di ujung tanduk kebangkrutan sebagai perusahaan industri tembakau.

Di tengah perokok yang masih tinggi, PT Gudang Garam justru kabarnya tengah mengalami keterpurukan karena laba anjlok dan harga sahamnya jatuh.

Baca Juga:Nick Kuipers Resmi Gabung Dewa United, Bobotoh Beri Respon MengejutkanBocor! Terungkap Skuad Persib Bandung untuk Piala Presiden 2025

Diketahui bahwa laba bersih pada tahun 2019 yang pernah diraih oleh perusahaan rokok ini mencapai Rp10,8 triliun.

Siapa yang menyangka bahwa pada tahun 2024 lalu, laba bersih mereka menurun drastis menjadi Rp981 miliar.

Kemudian untuk harga saham misalnya yang semula dihargai Rp90 ribu untuk satu lembar, turun drastis menjadi Rp9.600 per lembar.

Karena tengah mengalami krisis, Gudang Garam pun melakukan beberapa hal salah satunya menahan pembelian tembakau dari para petani.

Mereka memanfaatkan stok tembakau yang ada di gudang dan diklaim masih bisa untuk beberapa tahun mendatang.

Menariknya di satu sisi, jumlah kekayaan dari bos Gudang Garam yakni Susilo Wonowidjojo masih sangat besar.

Hal tersebut terungkap dari data yang dikeluarkan Forbes per 12 November 2024, bahwa kekayaan dari Susilo ini masih berada di angka miliaran dollar.

Baca Juga:Pertama di Bandung! AEON Supermarket Hadir di Paris Van JavaDua Balon yang Ikut Pilrek UPI, Bantah Mengajukan Somasi ke Kemendiktisaintek

Tepatnya jumlah harta kekayaan yang dimiliki oleh Susilo Wonowidjojo dan keluarganya berada di angka USD2,9 miliar atau sekitar Rp47 triliun lebih.

Tentu kekayaan yang dimiliki bos Gudang Garam ini berasal dari perusahaan yang telah dijalankan puluhan tahun lamanya.

Sebelum dipimpin oleh Susilo, perusahaan rokok ini mulanya didirikan oleh ayahnya bernama Surya pada tahun 1958.

Kemudian sempat diambil alih oleh Rachman Halim, kakak dari Susilo hingga tahun 2008 karena meninggal.

Barulah setelah itu Susilo menjadi pemimpin Gudang Garam sejak tahun 2009 hingga sekarang.*

0 Komentar