KNPI Banjar Dukung Kemenag Pasang Ornamen Imlek, Sebut Ini Wujud Nyata Toleransi Beragama!

Ketua KNPI Kota Banjar Agua Harianto. (Istimewa)
Ketua KNPI Kota Banjar Agua Harianto. (Istimewa)
0 Komentar

Menurutnya, pemasangan ornamen Imlek bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan yang mendalam terhadap umat Khonghucu.

“Ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk mewujudkan moderasi beragama di Indonesia. Kebijakan ini sejalan dengan Edaran Menteri Agama Republik Indonesia No. 11 Tahun 2023, yang diterbitkan pada 16 Oktober 2023, yang menyatakan bahwa fasilitas di kantor-kantor Kementerian Agama dapat dimanfaatkan sebagai ruang ibadah sementara jika rumah ibadah tidak dapat digunakan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh warga Kota Banjar untuk menjadikan momen Imlek ini sebagai inspirasi dalam meningkatkan toleransi dan memperkuat persaudaraan antarsesama. “Mari kita bersama-sama menjaga nilai-nilai kebhinekaan, saling menghormati, dan memperkuat harmoni sosial demi terciptanya Indonesia yang lebih damai dan bersatu,” jelasnya.

Baca Juga:Kabupaten Bandung Diprediksi Basah, Hujan Masih Berpotensi Mengguyur hingga Februari 2025Habiskan Rp7,6 Miliar, Proyek Gedung Olahraga di Bandung Barat Berakhir Mangkrak

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan langkah ini. Aktivis Forum Muslim Banjar, Al-Muktabar Reborn, Zaenal Arifin angkat bicara. Menurutnya, pemasangan ornamen tersebut merupakan sikap berlebihan dan dapat menyesatkan umat.

Ia berpendapat bahwa tujuan dari propaganda moderasi dan toleransi sejatinya bertujuan untuk menjauhkan umat dari Islam Kaffah dan mengokohkan Islam sekuler. “Konsep moderasi dan toleransi yang diusung Kementerian Agama selama ini, menurut saya jelas bertentangan dengan Islam,” ujarnya.

0 Komentar