Ia menegaskan bahwa pemasangan lampion atau aksesoris agama lain yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kota Banjar adalah berlebihan, terutama jika dipasang di kantor urusan haji.
“Apa hubungannya lampion dengan haji? Ada banyak cara untuk menghormati ajaran di luar Islam. Apa yang dilakukan Kemenag Kota Banjar seolah-olah menghargai agama lain, tetapi sebenarnya menyakiti umat Islam dengan mengajarkan toleransi yang tidak sesuai dengan ajaran kami,” ucap Zaenal Arifin.
“Kami siap untuk berdialog dan duduk bersama membahas toleransi dan moderasi beragama secara benar untuk kebaikan umat Islam, khususnya di Kota Banjar. Belajarlah dari kerukunan umat Islam di Kota Banjar, jangan mengajari kami kerukunan moderasi ala barat,” katanya menegaskan. (CEP)
