JABAR EKSPRES – Banyaknya info lowongan kerja palsu terutama melalui platform digital, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mencari informasi.
Kepala Biro Humas Sunardi Manampiar Sinaga mengatakan masifnya penggunaan plaform digital untuk mencari dan menawarkan pekerjaan telah membuka celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
“Dan bila perlu jika ada pihak yang dirugikan jangan ragu-ragu untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian karena perbuatan tersebut merupakan pidana penipuan,” ujarnya.
Baca Juga:Dukung Percepatan Transisi Energi Terbarukan, IRENA Siapkan Platform Pendanaan Bagi IndonesiaBanyak Fasilitas yang Rusak, Petugas Keamanan Taman Tegalega Keluhkan Hal Ini pada Para Pencari Koin
Kredibilitas ini pun mencakup jenis usaha yang dijalankan perusahaan tersebut agar tidak bertentangan dengan hukum.
“Ini agar kita tidak terjebak dengan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum seperti praktik judi berbasis daring,” ujar Sunardi.
Untuk membantu masyarakat lebih waspada, Kemnaker juga mengidentifikasi beberapa ciri-ciri umum lowongan kerja palsu yakni:
1. Tawaran gaji yang tidak masuk akal tinggi untuk posisi yang tidak spesifik
2. Penggunaan alamt email tidak resmi, seperti yang menggunakan domain umum (contoh:@gmail.com).
3. Tidak ada informasi jelas terkait alamat perusahaan, tanggung jawab pekerjaan atau syarat-syarat yang logis.
4. Permintaan transfer uang untuk biaya administrasi, pelatihan atau seragam kerja.
5. Proses perekrutan dilakukan secara tidak transparan, seperti wawancara instan via chat tanpa konfirmasi formal.
