Banyak Fasilitas yang Rusak, Petugas Keamanan Taman Tegalega Keluhkan Hal Ini pada Para Pencari Koin

Dok. Petugas keamanan Taman Tegallega Bandung saat mengecek beberapa fasilitas yang diduga rusak oleh pemburu koin. Sabtu (1/11). Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Petugas keamanan Taman Tegallega Bandung saat mengecek beberapa fasilitas yang diduga rusak oleh pemburu koin. Sabtu (1/11). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena berburu koin, saat ini tengah menjadi trend bagi masyarakat di Kota Bandung. Diketahui permainan yang diluncurkan oleh salah satu aplikasi, kini mendadak digandrungi oleh sejumlah masyarakat khususnya di Kota Bandung.

Seperti halnya di Taman Tegallega, Kota Bandung, sejak beberapa hari lalu banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang melakukan aktivitasnya hanya untuk sekedar mencari koin yang dipercayai dapat ditukar dengan uang.

Namun akibat aktivitas mereka, kini diduga banyak sejumlah fasilitas khususnya di Taman Tegallega yang kondisinya mendadak rusak dan berantakan.

Baca Juga:KPU Kabupaten Bandung Tunggu Hasil Sidang MK Sebelum Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati TerpilihPuluhan UMKM di Ciamis Diduga Jadi Korban Penipuan Iuran Program Makan Bergizi Gratis

“Kaya lantai-lantai taman itu pada rusak, paving blok, karpet-karpet (rumput sintetis) itu juga sama sekarang pada rusak,” ucap salah seorang petugas keamanan Taman Tegalega, Usup, saat ditemui oleh Jabar Ekspres di lokasi, Sabtu (11/1).

Tak hanya sejumlah fasilitas seperti paving blok hingga karpet atau rumput sintetis taman, akibat aktivitas mereka juga, kini kata Usup para petugas kemanan di Taman Tegalega harus bekerja secara ekstra.

“Karena banyak yang ngebandel, sudah kita kasih tau, diimbau untuk tidak mencari koin tapi malah balik lagi. Bahkan sampai tembus juga ke area monumen (dalam). Itu beberapa kali diketahui sama saya,” ungkapanya

“Jadi kita sangat kewalahan karena selain harus mengamankan 19 hektar (luas keseluruhan taman Tegalega), kita juga harus mengimbau masyarakat yang cari koin,” sambungnya.

Aktivitas masyarakat tersebut, menurut Usup sudah terpantau sejak satu Minggu ke belakang.

“Awalnya sedikitan, lalu malah semakin banyak mau malam maupun siang itu banyak (masyarakat yang cari koin). Bahkan saya sempat waktu itu piket malam, jam 2 malam itu masih ada yang cari koin,” ungkapanya.

Maka dengan adanya hal ini, Usup berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah khusus kepada pihak aplikasi pemilik permainan tersebut.

Baca Juga:Divonis 10 Tahun Penjara, Seorang Kakek di Bandung Terbukti Bersalah Usai Lakukan Pelecehan Seksual pada Cucunya SendiriKebakaran Hebat Menyambar Kawasan Elit Los Angeles, Inilah Fakta-Fakta Dibalik Bencana Besar Itu!

“Masyarakat berkunjung boleh, tapi jangan sampai merusak fasilitas. Terus ke pemerintah juga kami berharap supaya ada langkah atau tindakan khususnya kepada pemilik aplikasi,” pungkasnya

0 Komentar