JABAR EKSPRES – Jalan Raya Bojongsoang yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung kini menjadi salah satu titik kemacetan terparah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyebut jika kapasitas jalan tersebut sudah melewati batas normal, terutama pada jam-jam sibuk.
“Memang kapasitas Jalan Raya Bojongsoang sudah tidak bisa menampung volume kendaraan yang lalu lalang. Terutama jika memasuki jam sibuk dari pagi pukul 06.00-09.00 dan sore pukul 16.00-18.00. Kami sudah melakukan perhitungan, dan melihat level of service nya jalan ini hampir mencapai titik stuck,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (10/1/2024).
Baca Juga:Program MBG Belum Terlaksana di Sumedang, Ketua PGRI Akui Tak Pernah Dapat Informasi dan Pemberitahuan DetilAlur Distribusi Semrawut Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyakita, Ini Langkah Disdagin Bandung
Hilman menjelaskan, kemacetan tersebut dipicu beberapa faktor, termasuk banyaknya persimpangan atau crossing yang menghambat laju kendaraan, serta padatnya lalu lintas yang datang dari arah Ciparay, Baleendah, hingga Dayeuhkolot.
“Disamping itu juga dengan adanya beberapa pusat perbelanjaan di sepanjang jalan tersebut juga menambah kemacetan,” katanya.
Hilman menilai, bahwa pembangunan Flyover di Bojongsoang merupakan solusi yang paling memungkinkan dibandingkan dengan membangun jalan baru atau ring road.
Hal ini sudah menjadi rencana prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung, mengingat masalah kemacetan di kawasan tersebut memang membutuhkan penanganan segera.
Namun, sebelum rencana Flyover terealisasi, Dishub Kabupaten Bandung akan mengambil langkah-langkah sementara seperti memperbanyak personil di lapangan dan memperbaiki rambu lalu lintas untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
“Sambil menunggu hingga proyek flyover dapat dilaksanakan, kami akan terus memperbaiki dengan langkah-langkah sementara ini,” ungkapnya.
