Alur Distribusi Semrawut Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyakita, Ini Langkah Disdagin Bandung

Foto ilustrasi minyakita yang kini tengah alami kelangkaan dan fluktuasi harga. (Jabarekspres)
Foto ilustrasi minyakita yang kini tengah alami kelangkaan dan fluktuasi harga. (Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES –  Alus distribusi kerap jadi biang kerok langka dan naiknya harga minyakita di Pasar Kota Bandung. Bahkan terdapat indikasi bahwa permainan ini sengaja dilakukan oleh para distributor penyedia barang tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyebut, pihaknya kini tengah mengatur mekanisme terkait alur distribusi minyakita.

“Ini akan dilakukan monitoring. Kemudian dalam rangka menjaga stok, akan membuat kebijakan fasilitasi langsung dari distributor ke tingkat penghasil,” tambahnya

Baca Juga:Gegara Bandar Nakal, Ratusan Sapi di Bandung Barat Kembali Terjangkit PMKPDAM Tirta Anom Klaim Air Bersih Bebas Jentik Nyamuk Cegah Tren Peningkatan Kasus DBD di Kota Banjar

Disinggung soal kelangkaan minyakita di Pasar Kota Bandung, kata dia, sejatinya stok minyak subsidi pemerintah tersebut dalam kondisi aman. Namun memang terdapat kenaikan harga dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ada kenaikan sih ya. Kalau langkahnya saya belum dapat informasi. Untuk stoknya masih ada. (Kenaikan) karena ada peringkatan kebutuhan pada saat Hari Besar Agamaan dan Nataru ya” ucapnya

Diakui Ronny, kenaikan harga minyakita mulai terjadi di minggu awal bulan Desember lalu. Harga perliternya sentuh Rp 16.750. Apabila merujuk pada data Bapanas, harga HET minyakita berada di angka Rp15.700 per liter.

Kenaikan kembali terjadi di minggu keempat bulan Desember lalu. Per liter minyak subsidi pemerintah tersebut naik menjadi Rp 17.766. Bahkan saat ini per liter minyakita berada di harga Rp 18.000 per liter.

Kendati demikian, dirinya mengklaim bahwa stok keberadaan minyak subsidi pemerintah tersebut dalam kondisi aman, “stok masih aman,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar