JABAR EKSPRES – Pemerintah menyalurkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Listrik sebesar Rp434,3 triliun untuk masyarakat dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN 2024 di Jakarta, Senin (6/1/2025).
“Manfaat APBN yang dinikmati langsung oleh masyarakat juga termasuk dalam konteks menikmati harga BBM, LPG, listrik dan pupuk yang lebih murah karena APBN memberikan subsidi,” kata Suahasil.
Baca Juga:Kamis Besok, KPU Jabar akan Lakukan Penetapan Gubernur TerpilihLewat HT Elektronik ATR Mampu Hasilkan Rp882,7 Triliun
Kemudian, Pertalite dengan harga seharusnya Rp11.700 per liter, dijual dengan harga Rp 10.00 per liter atau disubsidi Rp1.700 per liter (15 persen).
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp56,1 triliun dan dinikmati oleh 157,4 juta kendaraan.
Sedangkan, untuk listrik total subsidi yang digelontorkan pemerintah dari dana APBN mencapai Rp156,4 triliun.
Untuk tarif rumah tangga 900 VA subsidi seharusnya Rp1.800 per kWh, namun masyarakat hanya membayar Rp600 per kWh, disubsidi sebesar Rp1.200 per kWh (67 persen) dan dinikmati oleh 40,3 juta pelanggan.
Listrik rumah tangga 900 VA non subsidi mendapatkan kompensasi Rp400 per kWh sebesar 22 persen, menurunkan biaya dari Rp1.800 per kWh menjadi Rp1.400 per kWh dan dimanfaatkan oleh 50,6 juta pelanggan.
