Gandeng Amerika Serikat, IPB University Dorong Pelatihan Peternak Sapi Perah Indonesia

Rektor IPB University, Prof Arif Satria bersama jajaran United States Dairy Export Council (USDEC) dan New Mexico Department of Agriculture (NMDA). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Rektor IPB University, Prof Arif Satria bersama jajaran United States Dairy Export Council (USDEC) dan New Mexico Department of Agriculture (NMDA). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan peternak milenial Indonesia dapat belajar dan mengadopsi teknologi terbaru dalam usaha memproduksi susu yang berkualitas.

Program pelatihan ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari Bogor dan akan menyebar ke beberapa wilayah lain seperti Bandung, Malang, dan Yogyakarta.

Pada program pertama yang akan dilaksanakan Januari 2025 ini, melibatkan 40 trainer dan 100 orang peternak sapi perah diseluruh Indonesia.

Baca Juga:Pemkab Bogor Siap Gelontorkan Rp 50-70 Miliar dari BTT untuk Program Makan Bergizi GratisKomisi II Panggil Dishub Soal Penonaktifan Juru Parkir di Banjar

“Dalam program kerjasama ini para peternak milenial akan dikirim ke Amerika untuk belajar bagaimana meningkatkan kualitas teknologi, dalam bagaimana memproduksi susu. Kerjasama ini akan berlangsung selama 3 tahun, dan pelatihan ini gratis,” terang Prof Arif.

Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Susu, Prof. Epi Taufik, meyakini bahwa melalui program ini, peternak kecil dan menengah akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas susu mereka.

Menurutnya, edukasi untuk peternak sapi perah di Indonesia sangat penting mengingat mayoritas peternak adalah peternak rakyat yang belum memiliki latar belakang pendidikan peternakan yang memadai.

Dengan adanya program ini, diharapkan peternak dapat meningkatkan produksi susu hingga 15 atau 20 liter per ekor sapi perah per hari.

“Berdasarkan data BPS, sapi perah rakyat itu sekitar 12,5 liter per ekor per hari, sehingga melalui edukasi untuk peternak sapi perah Indonesia dapat ditingkatkan,” tutur Prof Epi.

Ia menambahkan, dengan adanya program MBG yang baru saja diluncurkan pemerintah, secara otomatis akan ada penambahan kebutuhan konsumsi susu.

“Makanya tadi, dikatakan oleh Direktur akesehatan Hewan, ada program importasi 1 juta ekor sapi perah selama 5 tahun. Itu dalam rangka meningkatkan produksi, dan ini kan harus didampingi,” pungkasnya.

Baca Juga:Pj Gubernur Bey Machmudin Pastikan Belum Ada Kasus HMPV di JabarDerita Bocah Mikrosefalus di Dekat Kediaman Prabowo, Bantuan Tak Kunjung Datang

Kerjasama antara IPB University, USDEC, dan NMDA akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan sektor peternakan di Indonesia. (YUD)

0 Komentar