Hari Pertama Rekayasa Lalin, Dishub Bandung Barat Pasang Water Barrier Semi Bundaran di Padalarang

Petugas gabungan saat memasang water barrier semi bundaran di persimpangan Padalarang, Bandung Barat. Selasa (10/12). Dok Jabar Ekspres
Petugas gabungan saat memasang water barrier semi bundaran di persimpangan Padalarang, Bandung Barat. Selasa (10/12). Dok Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB), bersama petugas kepolisian mulai melakukan uji coba arus lalu lintas di sejumlah persimpangan kawasan Padalarang, pada Selasa, 10 Desember 2024.

Pantauan Jabarekspres.com, Dinas Perhubungan Bandung Barat mulai memasang water barrier pada pukul 10.00 WIB di persimpangan Tagog Padalarang, dengan semi bundaran.

Uji coba arus lalu lintas ini dilakukan di Simpang Tagog Padalarang, Simpang Cihaliwung, Simpang Orion Cihaliwung, Simpang Underpass, dan Jalan Raya Gedung Lima.

Baca Juga:Fraksi PKS Cenderung Siap Bergabung ke Kubu Farhan-ErwinKPU Jabar Tetapkan Hasil Rekapitulasi Suara, Demul-Erwan Unggul di Pilgub Jabar 2024

Pada rekayasa lalu lintas kali ini, Dinas Perhubungan Bandung Barat membuka lajur Jalan Raya Purwakarta dari Simpang Tagog ke Simpang Cihaliwung yang tadinya berlaku satu jalur, kini menjadi dua jalur.

Kendaraan besar dari arah Purwakarta tidak lagi dibolehkan masuk melintas Jalan Cihaliwung hingga ke Stasiun KCIC.

Kendaraan besar diarahkan untuk melintas di depan Pasar Tagog Padalarang dan masuk ke Jalan Raya Padalarang.

“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurangi konflik kemacetan lalu lintas di kawasan Padalarang. Padat tetap ada, tapi yang penting arusnya bergerak,” ujar Kepala Dishub Bandung Barat, Fauzan Azima, saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, uji coba rekayasa ini berlaku selama lima hari, mulai tanggal 10-14 Desember 2024 mendatang. Selanjutnya, Dishub Bandung Barat akan mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas untuk diterapkan secara permanen atau tidak.

“Rekayasa ini untuk mendistribusikan jalan yang sepi ini kita isi. Karena volume lalu lintas meningkat, jalan ada yang tidak terisi, ya kita isi untuk mendistribusikan pergerakan agar tidak menumpuk pada satu lokasi,” paparnya.

Kemudian, volume kendaraan di Jalan Cihaliwung saat ini dinilai meningkat atas aktivitas pergerakan di Stasiun Kereta Cepat dan Stasiun Padalarang.

Baca Juga:Pemkot Bogor Pastikan Pembangunan Gedung Sekolah Baru Beropasi di Tahun DepanParkir Sembarangan Jadi Salah Satu Penyebab Kawasan Padalarang Semrawut

“Untuk Jalan Cihaliwung diberlakukan dua arah, namun hanya untuk kendaraan-kendaraan kecil,” sebut Fauzan.

“Begitupun di Jalan Gedung Lima. Yang tadinya satu arah, sekarang jadi dua arah untuk kendaraan kecil,” imbuhnya.

Saat ini, petugas sudah selesai memasang rambu-rambu dan menata water barrier untuk mengarahkan kendaraan ke jalur uji coba.

“Fungsinya adalah memudahkan aksesibilitas. Ketika aksesnya mudah, ekonomi masyarakat bisa meningkat,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar