Pasangan tersebut memperkenalkan program Jabar Lestari yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, termasuk perlindungan hutan, kualitas air dan udara, pengelolaan tanah, serta transformasi sampah menjadi energi. Program pemasangan panel surya di gedung pemerintahan juga masuk dalam agenda mereka untuk mendukung efisiensi energi.
Ronal menegaskan, kebijakan yang diusung akan selalu mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem. “Kami ingin memastikan Jawa Barat tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap lestari untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Lalu paslon nomor 3 Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie menggarisbawahi pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN dalam mewujudkan transisi energi terbarukan. “Jawa Barat memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan, namun implementasinya harus terkoordinasi dengan baik,” ujar Ilham kepada Jabar Ekspres, awal November lalu.
Baca Juga:Cari 2 Korban Hilang Tertimbun Longsor di Sukabumi, Kantor SAR Bandung dan Jakarta DikerahkanSungai Cimande Sumedang Kian Dangkal dan Menyempit, Sejumlah Perusahaan Dituding Jadi Faktor Banjir
Ia menyoroti tiga tantangan utama, yaitu keterjangkauan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi. Menurutnya, Jawa Barat dapat memainkan peran penting dalam mendukung investasi di sektor energi hijau, seperti tenaga surya dan panas bumi, dengan membuka akses lahan untuk pengembangan energi terbarukan.
Ilham juga mengusulkan pemberian insentif bagi sektor energi terbarukan sambil tetap mengupayakan negosiasi kebijakan dengan PLN. “Kami berkomitmen mendorong ekonomi hijau, biru, dan keberlanjutan melalui pendekatan kolaboratif,” katanya.
Desakan Kaum Muda
Aktivis iklim Rhizoma Indonesia Klistjart Tharisa menilai para kandidat belum menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas. “Saat ini, isu lingkungan berada di urutan tiga ke bawah dalam program mereka. Bahkan, beberapa paslon mencantumkannya di poin terakhir. Padahal, data 2023 menunjukkan sejak Juni hingga Oktober sudah ada sekitar 1.360 bencana di Jawa Barat dan mayoritas disebabkan oleh perubahan iklim,” kata Klistjart yang akrab dipanggil Caca.
Padahal, menurutnya, kondisi lingkungan yang buruk berimbas langsung pada kualitas hidup masyarakat termasuk kesehatan dan ekonomi. Caca juga menyoroti banjir yang baru-baru ini melanda Sukabumi dan Bandung sebagai bukti nyata dampak perubahan iklim. “Kami ingin pemimpin yang serius menangani masalah ini, bukan sekadar diam dan membiarkan generasi muda menanggung dampaknya,” tegasnya.
Caca mengatakan generasi muda ingin melihat perubahan nyata dalam kualitas hidup terutama melalui perbaikan kualitas lingkungan sebagai daya dukung kehidupan. “Kami ingin ada perubahan. Kondisi lingkungan yang lebih baik otomatis akan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tandasnya.
