JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Farhan, menilai maraknya aksi pembegalan yang terjadi di Kota Bandung dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, ia juga menyebut meningkatnya angka kejahatan jalanan saat musim libur sekolah sebagai pola yang kerap terjadi setiap tahun.
Menurut Farhan, kondisi ekonomi yang tidak mudah dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya tindak kriminal di tengah masyarakat. Di sisi lain, masa libur sekolah juga dinilai berkontribusi terhadap naiknya angka kekerasan dan kejahatan jalanan.
“Kenapa Bandung ini rawan begal? Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua, memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini pasti agak tinggi tingkat kekerasannya,” kata Farhan, Rabu (15/7).
Baca Juga:Dua Terduga Pelaku Begal Diamankan Warga di Bojongloa Kidul, Polisi Masih Selidiki KasusNekat Begal di Flyover Kopo, Polisi berhasil Ciduk dua Orang Pelaku
Ia menjelaskan, fenomena tersebut bukan hanya terjadi sekali, melainkan telah menjadi pola yang berulang setiap memasuki masa liburan. Karena itu, pemerintah bersama aparat kepolisian terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk menekan angka kriminalitas.
Farhan berharap situasi keamanan di Kota Bandung akan kembali membaik setelah aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung.
Menurutnya, berakhirnya masa libur sekolah diharapkan dapat diikuti dengan menurunnya angka kejahatan jalanan, termasuk aksi pembegalan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Selain mengandalkan upaya penegakan hukum, Farhan juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hari atau melintasi jalan-jalan yang sepi.
Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memperkuat patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kriminal. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menekan potensi terjadinya aksi kejahatan di ruang publik.
Maraknya aksi pembegalan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik. Pemerintah berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan situasi yang lebih kondusif sehingga angka kejahatan di Kota Bandung dapat terus ditekan. (Dam)
