Ia mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam pengembangan energi berbasis komunitas yakni finansial, teknis, dan badan pengelola. Menurutnya, tantangan ini bisa diatasi jika ada regulasi yang jelas. “Energi berbasis komunitas harus diakui dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dan mendapatkan alokasi yang layak,” tambahnya.
Program lingkungan para kandidat
Sayangnya, Nasrul melihat belum ada calon pemimpin yang membahas tentang transisi energi. “Pemimpin yang fokus pada transisi energi akan sangat membantu, terutama dalam mengembangkan solusi energi terbarukan yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah,” tuturnya.
Paslon Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan yang unggul dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei menjanjikan sistem pengolahan sampah menjadi pembangkit listrik sebagai upaya mengurangi gas emisi rumah kaca. Pasangan tersebut pun menyoroti terkait pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, belum ada turunan yang konkrit dari program tersebut.
Baca Juga:Cari 2 Korban Hilang Tertimbun Longsor di Sukabumi, Kantor SAR Bandung dan Jakarta DikerahkanSungai Cimande Sumedang Kian Dangkal dan Menyempit, Sejumlah Perusahaan Dituding Jadi Faktor Banjir
Berdasarkan keterangan resmi tim pemenangan yang diterima Jabar Ekspres, paslon Dedi dan Erwan mempunyai sejumlah program mengenai isu lingkungan di Jabar. Seperti diantaranya pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah, menghidupkan kembali kawasan hutan yang rusak, dan melindungi serta menyelamatkan mata air. Posisi program unggulan tersebut berada di urutan keempat dari delapan komitmen yang dijanjikan. Tampak bukan prioritas.
Sementara paslon nomor urut 1 Acep Gita menawarkan percepatan transisi ke tenaga surya, angin, dan panas bumi, serta implementasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Partisipasi masyarakat menjadi fokus utama melalui program seperti Desa Bahagia yang mengintegrasikan pemasangan panel surya di desa-desa. UMKM dan masyarakat lokal juga akan dilibatkan dalam rantai pasokan teknologi energi terbarukan. Selain itu, program unggulan seperti Gerakan 1 Rumah 1 Pohon, Kampung Energi Surya, dan Sekolah Hijau bertujuan memperkuat komitmen lingkungan dan mendukung pengelolaan sampah secara sistematis.
Paslon Jeje dan Ronal Surapradja menegaskan pentingnya melibatkan komunitas dalam mengelola potensi energi terbarukan. “Solusi untuk energi ada di sekitar kita, dimulai dari masyarakat kecil. Kelestarian alam akan menjadi prioritas kami,” ujar Ronal saat berdiskusi dengan Rhizoma secara daring, pada Jumat (22/11) lalu.
