JABAR EKSPRES – Kabar duka setelah beresnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Pasalnya, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Bandung dilaporkan meninggal dunia.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Bandung, Ahmad Rosadi membenarkan, adanya petugas KPPS yang meninggal dunia.
“Iya benar. Tapi meninggalnya hari Selasa pukul 2 subuh, jadi bukan hari H pencoblosan,” katanya melalui seluler, Kamis (28/11).
Baca Juga:Paslon Berdaya Minta Calon Lain Bersatu Kembali untuk Kemajuan Kota BanjarRatusan Rumah Warga di Kebon Pala Terendam Banjir Akibat Kali Ciliwung Meluap
Ahmad menerangkan, anggota KPPS yang dilaporkan meninggal dunia sehari sebelum puncak Pilkada 2024, diketahui bahwa kondisinya memang sedang sakit.
“Terus kondisinya memang sebelumnya sakit. Jadi meninggalnya di rumah, bukan sedang bertugas,” terangnya.
Ahmad mengungkapkan, petugas KPPS yang meninggal tersebut, bernama Yuli Diningrat yang bertugas di TPS 11 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung.
Menurut keterangan dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, petugas penyelenggara Pilkada yang meninggal tak hanya di Kabupaten Bandung saja.
Sedikitnya ada 6 orang petugas di beberapa daerah, wilayah Provinsi Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia.
Para petugas yang meninggal dunia itu, yakni 4 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 2 dari Tim Pengawasan Langsung (Pamsung) di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sedangkan untuk petugas penyelenggara Pilkada 2024 yang sakit, menurut data KPU Jawa Barat, hingga saat ini laporannya mencapai 52 orang.
Baca Juga:Bawaslu Lakukan Kajian Terhadap 130 Laporan Dugaan Poitik Uang di Pilkada 2024Ketua Tim Pemenangan BEDAS Sebut Dadang-Ali Siap Kembali Mengabdi Pimpin Kabupaten Bandung
Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, meninggalnya anggota KPPS dan Pamsung itu, terjadi ketika proses pemungutan suara yang dilakukan di wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor.
“Tidak ada anggota lagi yang dikabarkan meninggal dunia. Hanya ada sakit-sakit kecapean biasa aja,” bebernya.
Ahmad menyampaikan, mengenai anggota KPPS yang meninggal dunia, statusnya sudah dilantik dan telah mengantongi surat keterangan kerja (SK).
