Hadapi Musim Penghujan, Pemprov Jabar Terbitkan SK Siaga Bencana Hidrometeorologi

Dok. Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat cek kesiapan petugas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Rabu (30/10). (Sandi Nugraha/Jabar Ekspres)
Dok. Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat cek kesiapan petugas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Rabu (30/10). (Sandi Nugraha/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR ESKPRS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), kini resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang status siaga bencana dalam menghadapi musim penghujan, Rabu (30/10/2024).

SK Gubernur Jawa Barat dengan Nomor 360/Kep.580-BPBD/2024 tentang status siaga bencana ini, dikeluarkan Pemprov Jabar, agar menurut Penjabat (Pj) Gubernur Bey Triadi Machmudin seluruh pihak khususnya masyakarat siap mengahadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di musim penghujan.

“Tentunya karena kita daerah rawan bencana, memang harus siap siaga. Jadi tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi Pemerintah Kabupaten/kota dan masyarakat juga harus terus diingatkan dan siap menghadapi bencana,” ucapnya

Baca Juga:Pasangan Badami Percaya Diri Atasi Kesulitan Keuangan DaerahEnggan Kembali Huni Rumah Trauma, Warga Longsor Leuwigajah Tuntut Ganti Rugi Penuh

Sementara disingung soal pihak yang akan dilibatkan, Bey menyebut dalam menghadapi hal ini, Pemprov Jabar akan terus berkoordinasi dengan seluruh BPBD Kabupaten/Kota, TNI, Polri, hingga Relawan Kebencanaan untuk terus melakukan mitigasi bencana.

“Itu dari BTT (Belanja Tak Terduga), kita sipakan total per hari ini untuk provinsi sekitar Rp125 miliar dari sisa anggaran (2024). tapi tahun depan pasti lebih besar (anggarannya),” pungkasnya.

Sebelumnya, memasuki musim penghujan ini, BPBD Jabar mengaku telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Dimana untuk dalam pemetaannya, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat menuturkan bahwa untuk Wilayah rawan bencana longsor biasanya terjadi di daerah Jabar selatan.

0 Komentar