Dari Ruang Kelas ke Gereja Permanen, Perjalanan Santo Benediktus Layani Ribuan Umat

Dari Ruang Kelas ke Gereja Permanen, Perjalanan Santo Benediktus Layani Ribuan Umat
Dari Ruang Kelas ke Gereja Permanen, Perjalanan Santo Benediktus Layani Ribuan Umat
0 Komentar

Jabar Ekspres – Sebanyak 983 kepala keluarga atau 3.341 umat Katolik di Kabupaten Bandung Barat kini memiliki gereja permanen.

Kehadiran Gereja Katolik Santo Benediktus di Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, menjadi jawaban atas kebutuhan umat yang terus berkembang selama lebih dari satu dekade.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santo Benediktus, Tri Basuki Joewono, mengatakan perjalanan menghadirkan gereja permanen tersebut tidaklah singkat. Berbagai tahapan harus dilalui hingga akhirnya pembangunan dapat dimulai pada 2024 dan kini rampung untuk digunakan umat.

Baca Juga:Dinda Kirana Tampil Beda di Wajah Cinta Yang Lain, Balas Dendam Asti Jadi Kunci Cerita Penuh EmosiSSH Rawang Ramaikan SIBS di Bandung, Kenalkan Layanan Medis Modern

“Perjalanan ini merupakan buah dari kerja sama, doa, dan dukungan banyak pihak. Kami bersyukur cita-cita umat Katolik di Bandung Barat untuk memiliki gereja permanen akhirnya dapat terwujud,” ujar Tri Basuki di Padalarang, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, keberadaan gereja bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menjadi rumah bersama bagi umat untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menjalankan berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, perkembangan jumlah umat juga menjadi salah satu alasan penting dibangunnya gereja tersebut.

“Saat Stasi Santo Benediktus berdiri pada 2015, jumlah umat yang dilayani sekitar 2.100 orang atau 557 kepala keluarga. Kini jumlah itu meningkat menjadi 3.341 umat atau 983 kepala keluarga yang tersebar di enam wilayah dan 24 lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, berharap Gereja Santo Benediktus dapat menjadi tempat yang menghadirkan harapan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, gereja dipanggil untuk tidak hanya melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dengan menebarkan nilai kasih, kepedulian, dan toleransi kepada seluruh masyarakat.

“Kehadiran Gereja Santo Benediktus diharapkan menjadi tanda bahwa kehidupan beragama dapat berjalan berdampingan dalam semangat persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun kebaikan,” kata Antonius.

Baca Juga:Sop Salman Muslim Hadirkan Resep Warisan 30 Tahun dengan Cita Rasa Asia TenggaraDosen Prodi Ilkom UNIBI Latih Public Speaking Siswa SMKN 14 Bandung Lewat Roadshow Business Fest Vol.3

Dengan berdirinya gereja permanen tersebut, umat Katolik di Kabupaten Bandung Barat kini memiliki pusat pelayanan dan pembinaan iman yang diharapkan terus berkembang sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kehidupan yang harmonis. (Wit)

0 Komentar