Bandung Sejuk Tinggal Cerita, Masyarakat Sentil Pemkot Bandung

Ilustrasi Pemukiman di Kota Bandung. (Dok Jabar Ekspres)
Ilustrasi Pemukiman di Kota Bandung. (Dok Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa tahun terakhir, pelabelan Kota Bandung sebagai daerah sejuk sedikit demi sedikit mulai pudar. Perubahan iklim dan cuaca ekstream jadi salah satu alasan. Hal ini berdampak pula pada kualitas udara yang semakin mengalami penurunan.

Namun, salah satu hal yang paling terlihat nyata menyebabkan Bandung menjadi wilayah gersang yakni pembangunan yang masif dilakukan. Bandung Timur menjadi salah satu contoh dimana aktifitas memajukan wilayah tak dibarengi dengan penghijauan kembali di lahan-lahan hijau.

Salah satu warga Cimincrang, Alif Hardian (27) menceritakan soal kondisi wilayahnya yang banyak sekali dilakukan aktifitas pembangunan. Mulai dari Stasiun Cimekar, Masjid Raja Al-Jabbar, hingga Summarecon Bandung.

Baca Juga:Sebelum Pengundian Nomor Urut, Dikdik S Nugrahawan Nonton PersibPemkab Bandung Dinilai Lambat Tangani Korban di Masa Tanggap Darurat Pasca Gempa, Penyaluran Bantuan Tak Merata

Menurutnya, hal tersebut berdampak langsung pada kualitas cuaca yang ada di wilayahnya. Bahkan diakuinya, suhu panas lebih menyengat dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang.

“Panas banget sekarang mah. Apalagi jam 12 sampai 3an. Kerasa banget sorotan matahari tuh. Keliatan lah, dari yang dulunya sawah-sawah, pohon banyak, sekarang udah mulai sedikit,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (23/9)

“Jadi yang biasanya rumah ketutupan pohon-pohon, sekarang mah nyorot langsung ke halaman rumah sinar matahari tuh,” tambahnya

Ketua RW 6, Agus Andi menyebut, pihaknya belum bisa berbuat banyak terkait kegersangan yang terjadi di wilayahnya. Diakuinya, upaya yang kini dilakukan baru sebatas penaman bibit pohon.

“Jadi baru gotong royong antar warga aja, mulai nanam-nanam pohon, nabung lah ibaratnya buat kedepannya. Inisiatif warga saja, karena kita pun belum mendengar lah upaya entah dari pihak kewilayah atau Pemkot terkait permasalahan ini,” ucapnya

Pihaknya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa menyokong penghijauan kembali di wilayah Bandung Timur. Menurutnya, bukan hanya gersang yang terjadi di wilayah tersebut, tetapi juga polusi udara imbas debu ataupun gas buangan mobil-mobil besar yang melintas.

“Semoga ada upaya juga dari Pemerintah ya, bukan hanya berfikir soal memajukan wilayah ataupun mengurai kemacetannya, tapi juga bagaimana mengembalikan kembali lahan hijau yang sudah habis dibabad pembangunan-pembangunan yang terjadi disini,” harapnya

Baca Juga:HJKB ke-214 Sebagai Refleksi, Begini Penjelasan Pj Walikota BandungABSM Kabupaten Sumedang Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tolak Program Pensiun dan Tuntut Keadilan Upah

Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Muhammadiyah, Achmad Muhtar pun menyoroti kualitas udara maupun cuaca yang terjadi di wilayah Bandung Timur.

0 Komentar