Water Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air Bersih

Warga serbu bantuan air bersih
Warga serbu bantuan air bersih/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Biasanya kendaraan taktis water cannon identik dengan barisan polisi dan pengendalian massa. Namun di tengah kemarau panjang yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, kendaraan tersebut justru turun ke permukiman mendatangi emak-emak yang memerlukan air bersih.

Pemandangan berbeda itu terjadi di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (30/9/2026). Kendaraan water cannon milik Polres Tasikmalaya dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Warga yang didominasi kaum ibu langsung berdatangan membawa jeriken, ember hingga drum penampung. Mereka mengantre di sekitar kendaraan taktis untuk mendapatkan pasokan air yang sudah menjadi kebutuhan mendesak setelah sumber air di wilayah mereka mengalami kekeringan.

Baca Juga:Tanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West JavaSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java

Aksi tersebut digerakkan Satlantas Polres Tasikmalaya bersama Satuan Samapta, Satuan Reserse Kriminal dan Polsek Tanjungjaya. Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Trias Karso Yuliantoro mengatakan, pengerahan kendaraan taktis tersebut merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan air bersih.

«“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat bermanfaat dan sedikit membantu memenuhi kebutuhan harian warga,” ujar Trias.

Tak hanya menyalurkan air, personel kepolisian juga turun langsung membantu warga. Lansia dan warga yang kesulitan membawa wadah air mendapat bantuan dari petugas saat proses pengisian.

Bagi warga, kedatangan water cannon kali ini menjadi pemandangan yang tidak biasa. Kendaraan yang selama ini dikenal sebagai bagian dari perlengkapan pengamanan massa itu justru menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan air di tengah kemarau.

Rukmana (55), warga Tanjungjaya, mengaku sangat terbantu. Menurutnya, kekeringan membuat warga harus mencari sumber air alternatif yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

«“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air ini. Sudah lama wilayah kami mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan,” tuturnya.»

Krisis air bersih akibat kemarau juga menjadi perhatian serius jajaran Polres Tasikmalaya. Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menginstruksikan seluruh satuan dan jajaran kewilayahan agar tidak hanya menunggu laporan, tetapi ikut aktif membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

0 Komentar