CIMAHI, JABAR EKSPRES – Menjelang Pilkada 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi gencar melakukan sosialisasi pengawasan pemilihan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Salah satu target utamanya adalah kaum pendidik, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (PPHM) Bawaslu Kota Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha, menjelaskan sosialisasi ini diadakan untuk mengajak para pendidik turut berperan aktif dalam pengawasan partisipatif pada Pilkada 2024.
Baca Juga:DPPKB Klaim Angka Stunting Menurun di Kota BandungSerap Aspirasi Warga Bandung Barat, Hengky Mengaku Bakal Siapkan Program Pro Petani
Ia juga menekankan pentingnya netralitas pendidik di tengah pesta demokrasi ini, agar para guru dapat memberikan teladan yang baik kepada para siswa.
“Guru-guru harus netral dan memberi keteladanan. Jangan terjebak dalam hingar-bingar politik dengan menunjukkan keberpihakan, meskipun terkadang mereka tidak menyadarinya. Ini adalah tanggung jawab besar bagi pendidik,” kata Yasin.
“Kami berharap, setelah pertemuan ini, para guru dapat menularkan informasi kepada teman-teman mereka. Hal ini penting agar peran aktif dalam pengawasan pemilu semakin meluas,” ujarnya.
Yasin juga menyoroti, para pendidik juga bisa menjadi motivator bagi para siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemilu, baik dengan hadir di TPS untuk mencoblos maupun turut mengawasi jalannya pemilihan.
“Guru bisa memotivasi siswa-siswa mereka untuk berpartisipasi, baik dengan hadir di TPS maupun ikut mengawasi secara langsung,” tutup Yasin.
