JABAR EKSPRES – Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) baru-baru ini menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Panenjoan.
Hal itu dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan Kesehatan setempat. Program KKN ini berlangsung selama satu bulan dan melibatkan 24 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Selama masa KKN, mahasiswa UBK mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif warga desa. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan antara lain:
Penyuluhan PHBS dan Pentingnya CTPS di SD Negeri Pamoyanan
Baca Juga:Baby Alien Bangkit! Marc Marquez Raih Kemenangan Back to Back di MotoGP Marino 2024Proyek Gedung Pusat Kebugaran di DPRD Jabar Jadi Sorotan
195 siswa SD Negeri Pamoyanan mengikuti penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Bhakti Kencana.

Digelar Jum’at pagi di aula sekolah, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang praktik kesehatan yang baik denan memaparkan berbagai topik terkait PHBS, termasuk kebiasaan cuci tangan yang benar, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta cara mencegah penyakit menular.
Siswa-siswa tampak antusias mengikuti kegiatan interaktif yang meliputi demonstrasi langsung mengenai teknik CTPS yang efektif. Para mahasiswa juga memberikan materi edukasi dalam bentuk permainan dan kuis, membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami berharap penyuluhan ini dapat menanamkan kebiasaan sehat sejak dini dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat,” ujar Kepala SD Negeri Pamoyanan.
Penyuluhan Stunting dan Demonstrasi Memasak MPASI di Desa Panenjoan
Dalam kegiatan ini, 100 peserta dari Desa Panenjoan mengikuti penyuluhan mengenai stunting dan demonstrasi memasak Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dosen Universitas Bhakti Kencana pada Rabu, 4 September 2024.
Para ahli dari Universitas Bhakti Kencana menjelaskan dampak kekurangan gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah sesi penyuluhan, acara dilanjutkan dengan demonstrasi memasak MPASI.
Mahasiswa KKN bersama dosen memperagakan cara membuat MPASI yang bergizi dan mudah dibuat di rumah. Peserta diajari berbagai resep sederhana namun nutrisi yang dapat membantu mendukung pertumbuhan optimal anak.
