Pengamat Sebut Pemerintah Harus Dukung Pembentukan Angkatan Siber di Indonesia

Direktur Eksekutif ISSES Khairul Fahmi, (foto/ANTARA)
Direktur Eksekutif ISSES Khairul Fahmi, (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai pemerintah harus memberikan dukungan penuh dalam pembentukan Angkatan  siber di Indonesia mulai dari segi anggaran, fasilitas hingga penyediaan sumber daya manusia (SDM).

‘’Jika dukungan penuh diberikan, maka proses menuju matra siber yang sepenuhnya operasional bisa memakan waktu antara 15 hingga 20 tahun,’’ kata Khairul dikutip dari ANTARA, Kamis (5/9).

Selain itu, peperangan siber juga bisa dilakukan dengan cara meretas sistem pengelolaan data negara lain.

Baca Juga:Tabrakan Beruntun di Jakarta Utara, 3 Orang Dinyatakan Meninggal DuniaKPU Kota Bogor Pastikan Lima Paslon Cakada Lolos Tes Kesehatan

‘’Pembentukan matra siber membutuhkan investasi besar dalam infrastruktur yang aman dan modern,’’ kata Khairul.

Menurut Khairul tidak heran jika membangun matra siber membutuhkan modal yang besar dan waktu yang panjang.

Ia juga menilai sambil melewati proses tersebut, pemerintah bisa memperkuat satuan yang sudah ada yaitu Pusat Pertahanan Siber (Pussiber) TNI dan unsur-unsur komunikasi dan elektronika (komlek) di setiap matra.

0 Komentar