Bey Machmudin: Jawa Barat Fokus pada Peningkatan Indeks Pertanaman dan Perluasan Areal Tanam

Bey Machmudin: Jawa Barat Fokus pada Peningkatan Indeks Pertanaman dan Perluasan Areal Tanam
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memberikan sambutan pada acara kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian RI dalam rangka pelaksanaan program Pembangunan Pertanian Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (7/8/2024). (Foto: Biro Adpim Jabar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, Kota Bandung — Sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian Jawa Barat. Pembangunan di sektor ini membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholders terkait.

Capaian komoditas tanaman pangan tahun 2024 di Jabar juga tinggi, terutama untuk target produksi padi sesuai hasil MoU dengan pemerintah pusat, yaitu sebesar 11.084.635 ton gabah kering giling (GKG).

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, peningkatan produksi ini diupayakan dapat dicapai dengan peningkatan luas tanam melalui dua strategi, yakni Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) dan Perluasan Areal Tanam (PIP) yang dilakukan antara lain melalui optimasi lahan dan pompanisasi.

Baca Juga:Roadshow Bus KPK Hadir di Gedung Sate 8-11 Agustus 2024Spoiler One Piece Chapter 1123: Luffy Akan Bangkitkan Gear 6 di Pulau Elbaf!

“Hal menarik yang saya dapatkan, penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk pompa ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan bensin. Penghematan biaya produksi signifikan dari Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari menggunakan bensin menjadi hanya Rp25.000 per hari dengan BBG,” tambahnya.

Bey pun menghaturkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan anggaran belanja tambahan kepada Provinsi Jabar sebanyak 1.110 unit, yang terdiri dari 225 unit  provinsi, 885 unit kabupaten/kota untuk irigasi perpompaan dan 990 unit untuk irigasi perpipaan.

Tak kalah penting, sambung Bey, perlu juga dilakukan peningkatan kualitas SDM di sektor pertanian melalui program Penyuluhan Pertanian yang intensif.

Bey mengungkap pula bahwa tantangan di sektor pertanian sangat kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan hingga masalah distribusi dan pemasaran hasil pertanian.

0 Komentar