JABAR EKSPRES – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilakukan secara bertahap menelan investasi swasta senilai Rp60 triliun.
‘’Investasi dari swasta itu hampir Rp60 triliun. Jangan banyak lihat yang hoaks-hoaks bahwa ini akan mangkrak, ini pembangunan tidak ada, investasi tidak ada. Jadi semua itu saya pastikan tidak benar,’’ kata Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKIN) Alimudin, dikutip dari ANTARA (5/8/2024).
Alimudin mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang mana perbankan juga ikut.
Baca Juga:Fasilitas di IKN Sudah Siap Sambut Kedatangan ASNPenjualan Sabu-Sabu dari Malaysia yang Masuk ke Kabupaten Nunukan Berhasil Digagalkan BNN
Menurut Alimudin regulasi harus disesuaikan dengan kebutuhan agar percepatan pembangunan bisa tercapat sesuai target pada 2045.
‘’Ini prosesnya masih panjang, menurut teori rohnya ibu kota suatu negara itu akan terasa nanti setelah 20 tahun. Teman-teman semua nanti akan menikmati, kami hanya menjadi bagian history the makingnya Ibu Kota Nusantara,’’ ucap Alimudin.
Alimudin mengatakan pada 17 Agustus akan diadakan upacara HUT ke-79 RI pertama di IKN. Selain itu, sistem transportasi lokal yang digunakan di IKN akan berbasis tanpa awak, dan digitalisasi menjasi aspek penting dalam pengembangan kota.
