Sebaliknya, kata Fajar, posisi Dedie Rachim saat itu masih memimpin dengan elektabilitas di atas 40 persen.
“Jika melihat pada data tersebut, Dedie tidak dalam posisi aman untuk menang karena dipepet Sendi dengan jarak elektabilitas sekitar 10 persen,” imbuh Fajar.
“Dari pengalaman kami melakukan survei, jarak elektabilitas seperti itu sangat rawan. Apalagi, untuk kandidat incumbent seperti Dedie. Yang aman, biasanya harus punya jarak di atas 20 persen, meskipun jarang seperti itu bukan juga jaminan tidak bisa disalip,” papar dia.
Baca Juga:Pemda KBB Tetapkan Status KLB Kasus Keracunan MakananViral Supir Angkot di Bogor Ngamuk Tak Terima Ditegur Lawan Arah, Kini Ditahan Polisi
Fajar juga menekankan, bahwa posisi Dedie Rachim saat ini masuk dalam kategori lampu kuning. Menurutnya, Dedie Rachim harus waspada, karena dari pengalaman selama ini, calon yang punya tren turun, biasanya akan terus turun.
BACA JUGA: Jeritan Korban MSL APP, Utang Pinjol Hingga Pakai Uang Sekolah Anak Demi Bayar Depo
Sebaliknya, calon yang punya kategori tren naik, biasanya akan terus naik selama bisa mengelola kerja-kerja politik dengan efektif.
Dia menambabkan, terdapat beberapa temuan terkait isu-isu krusial atau masalah pokok masyarakat dan mewanti-wanti kepada seluruh kandidat terkait dengan mulai munculnya aneka isu negatif para calon.
