JABAR EKSPRES – Drama Korea Missing Crown Prince akhirnya tamat pada Minggu, 16 Juni 2024. Ending Missing Crown Prince diketahui memiliki plot twist yang membuat semua penontonnya bahagia.
Drama dengan 20 episode ini berakhir dengan memberikan kebahagiaan bagi semua pemerannya, bahkan bagi pemeran antagonisnya sekalipun.
Alur di episode 20 sangat tidak bisa ditebak, banyak kejutan yang membuat penonton tak habis fikir, dari mana penulis skrip bisa menemukan ide tersebut.
Baca Juga:MSL APP Bakal Bagikan Sejuta Lembar Saham dan BPJS untuk Anggotanya, Yakin?Sampai Kapan Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Sebaiknya Dilakukan
Drama yang di bintangi oleh Suho EXO, Hong Ye Ji dan Kim Min Kyu ini dari awal sudah memunculkan konflik rumah tangga kerajaan.
Dimana putra mahkota Yi Gun (Suho EXO) yang tanpa sengaja mengetahui perselingkuhan ibu suri dengan seorang pejabat sekaligus tabib kerajaan bernama Choi Sung Rok.
Padahal Choi Sung Rok merupakan salah satu pengikut raja yang sangat dipercaya. Konflik berlanjut saat mengetahui bahwa wanita yang disukainya ternyata anak dari Choi Sung Rok, Choi Myung Yoon (Hong Ye Ji).
Demi menutupi perselingkuhannya ibu suri dan Choi Sung Rok sampai memfitnah putra mahkota, Ratu bahkan meracuni raja.
Namun berkat kepandaian Choi Myung Yoon akhirnya bisa mengobati Raja, saat Raja sudah sadar, dia langsung memperbaiki kekacauan yang ditimbulkan oleh ibu Suri.
Putra mahkota langsung diangkat menjadi Radja dan langsung bergerak cepat menangkap para pemberontak yang dipimpin oleh ayah Ratu sendiri bernama Yoon Ki Yoon, yang berambisi menjadikan cucunya Pangeran Dosung (Kim Min Kyu) menjadi raja agar bisa dikendalikan olehnya.
Berkat kecerdikan Yi Gun, dan keahlian Pangeran Dosung para pemberontak berhasil di tangkap dan Raja mengasingkan diri ke istana Onyang untuk fokus pada penyembuhannya.
Baca Juga:Penampilan Perdana Danilla dan Perunggu Sukses Gebrak Kota Bandung dalam Lintas ResonanMakin Arogan, Karyawan MSL APP Dipaksa Serahkan Ijazah Asli Sebagai Jaminan
Sementara Choi Sung Rok yang bergabung dalam kudeta tewas saat menyelamatkan Ibu Suri dari serangan pemberontak. Padahal ibu suri dengan dalam keadaan hamil.
Yi Gun yang melihat kesedihan ibu Suri akhirnya mengampuninya, dan membuat rekayasa bahwa ibu suri tewas saat pemberontakan. Yi Gun lalu menyiapkan tempat bagi ibu suri diluar Istana.
