Demi Tingkatkan Standar Kesehatan Makanan di Sekolah, Dinkes dan Disdik Edukasi Para Pedagang

Ilustrasi: Siswa SD membeli jajanan pedagang di lingkungan sekolah. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Siswa SD membeli jajanan pedagang di lingkungan sekolah. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas makanan di lingkungan sekolah, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan edukasi kepada para pedagang.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan, makanan yang dijual di sekolah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Sejumlah sekolah telah diawasi oleh Puskesmas setempat dan telah mengikuti pelatihan teknis. Sebagai hasilnya, beberapa pengelola kantin sekolah telah memperoleh sertifikasi.

Baca Juga:6 Tahun Berjalan, Program Citarum Harum Dinilai Belum Maksimal dalam Restorasi LingkunganTabungan Perumahan Rakyat Ditolak Pekerja di Bandung Barat: Belum Ikhlas dengan Program Itu!

“Sertifikat menunjukkan bahwa sekolah ini berkomitmen dalam program jajanan yang sehat,” ucap Kasi Peserta Didik SMP, Nia Fathiyah pada wartawan, Senin (3/6/2024).

Pihak Disdik mendorong para siswa untuk membawa bekal sarapan sehat. Karena, lanjut Nia pentingnya kebiasaan ini akan menjaga kesehatan anak.

“Ini sangat sejalan dengan gerakan sekolah sehat (GSS). Karena GSS ada lima fokus yaitu sehat fisik sehat gizi, sehat imunisasi, sehat jiwa dan sehat lingkungan,” jelasnya.

Nia menuturkan, kolaborasi dengan Dinkes sangat membantu karena untuk mempersiapkan standar makanan sehat bagi anak sekolah.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kolaborasi dari Dinkes dan BPPOM,” bebernya.

Saat disinggung mengenai kendala di lapangan, Nia menuturkan kurangnya SDM dan anggaran menjadi kendala dalam melaksanakan program tersebut.

Ia melanjutkan, meski demikian, dengan berkolaborasi dengan Dinkes diharapkan memperlancar program pembinaan jajanan anak sekolah.

Baca Juga:Bey Machmudin Tekankan Prinsip Kebersamaan Membangun Kota Bogor di HJB ke-542Jelang Pilkada Banjar, PDIP PPP dan PKB Makin Mesra

“Kami secara periodik selalu memantau, tetapi terkendala oleh tenaga dan anggaran yang terbatas,” jelas Nia.

“Maka kami berkolaborasi dengan Dinkes untuk pematauan tersebut melalui puskesmas setempat dan kepala sekolah. Bahkan ada pengujian sampel makanan dari sekolah itu sendiri,” sambungnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Sekki Intania, menyebut hingga saat ini, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya kasus keracunan makanan di Kota Cimahi.

“Data kasus keracunan saat ini belum ada, saya belum terinformasikan,” ungkapnya.

Sekki menjelaskan, pengujian sampel makanan dan jajanan di sekolah ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan mendatang. Dia menjelaskan, penyelesaian ini memerlukan waktu yang tepat untuk memastikan kesesuaian dengan situasi di lapangan.

“Targetnya satu sampai dua bulan kita coba sampelnya. Sekarang melihat kondisi dilapangan, kita harus fokus pada monitoring dan evaluasi,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar