“Disparbud berkolaborasi bersama instansi terkait selalu mengantisipasi dan sosialisasi tentang kebencanaan khususnya sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan panduan penilaian kesiagaan kebencanaan untuk sektor pariwisata, khususnya hotel dan resort, pihak manajemen hotel sudah bisa melakukan penilaian sendiri/self assessment untuk mendapatkan score kerentanan kesiapan dlm menghadapi krisis kebencanaan.
Sementara itu, Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bandung Barat, Meidi menyebut, secara umum industri wisata dan hotel di kawasan Lembang sudah diberikan sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Baca Juga:H-8 Idul Fitri 2024: Exit Tol Cileunyi Masih Normal, Kendaraan Ramai LancarAntisipasi Bencana di Jalur Mudik, DBMPR Jabar Catat Ada 191 Titik Rawan
Ia berharap dengan sosialisasi tersebut para pengelola destinasi wisata akan lebih siap untuk melakukan antisipasi bencana banjir maupun tanah longsor.
“Harapannya di lokasi-lokasi wisata yang rawan bencana Bansor untuk waspada dan persiapan mitigasi terutama daerah-daerah yang rawan longsor. Pohon-pohon yang tua atau akar yang rapuh perlu dimitigasi,” katanya.
“Dengan sosialisasi maupun SK siaga, OPD seperti Dinas Pariwisata bisa meneruskan ke pengelola desa wisata maupun Pokdarwis,” bebernya. (Wit)
