JABAR EKSPRES – Jembatan Cikeruh yang berada di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung yang sudah lama diperbaiki kini telah diresmikan, Sabtu (30/3/2024).
Jembatan penghubung antara kawasan Solokanjeruk, Ciparay dan Majalaya dengan kawasan Desa Tegalluar yang hendak menuju ke Kota Bandung atau sebaliknya ini merupakan jalur alternatif.
Bukan hanya penghubung antar wilayah Bandung, namun Jembatan ini juga bisa menuju kawasan Limbangan Kabupaten Garut dan sekitarnya.
Baca Juga:Pemilu 2024 Selesai, Panwascam Cimanggung Sumedang Sebut Partisipasi Pemilih Capai 89,9 PersenDatangi Lokasi Ledakan Gedung Amunisi TNI, Bey Machmudin Pastikan Warga Aman
Pembangunan jembatan di atas Sungai Cikeruh itu sepanjang 30 meter, dengan lebar 7 meter dan tinggi sekitar 2,5 meter, menghabiskan anggaran sekitar Rp 12 miliar dari APBD Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan pembangunan jembatan sungai Cikeruh merupakan impian masyarakat Desa Tegalluar.
“Saya sebagai warga setempat merasakan langsung kondisi banjir dan sampah menumpuk yang disebabkan luapan Sungai Cikeruh disaat memasuki musim hujan,” ujar Dadang, Sabtu (30/3/2024).
Dadang menegaskan bahwa peresmian jembatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki akses transportasi antarwilayah, tetapi juga mengatasi masalah banjir dan endapan sampah yang sering terjadi di sekitar Sungai Cikeruh.
“Dengan adanya peresmian pembangunan jembatan Sungai Cikeruh ini, aliran air Sungai Cikeruh diharapkan lancar dan tidak terjadi endapan sampah,” tegasnya.
Kang DS, sapaan akrabnya, mengungkapkan, jika proyek pembangunan jembatan ini tidaklah mudah.
“Pada tahun 2016, saya mendorong jembatan Sungai Cikeruh harus ada rehabilitasi. Begitu anggaran masuk per Januari 2017, jalan Sapan itu bergeser jadi jalan provinsi,” tambahnya
Baca Juga:Rotasi Ramadan Season 4: Bersama-sama Menolak Paham RadikalismeDPRD Kabupaten Bandung, Raperda Penghormatan Pemberdayaan Terhadap Penyandang Disabilitas Disahkan
Sehingga setelah peresmian ini, dirinya pun mengusulkan ke provinsi untuk mengembalikan kewenangannya menjadi jalan kabupaten.
“Jadi mulai hari ini tanggung jawab perbaikan jalan dari Sapan ke Solokan Jeruk jadi kewenangan pemerintah Kabupaten Bandung. Perbaikan jalan dengan cara dicor karena oleh provinsi tak kunjung diperbaiki. Begitu juga perbaikan jalan dari kawasan gudang ke jembatan tol untuk dilakukan perbaikan dengan cara dicor,” tuturnya.
Setelah peresmian jembatan ini, Kang DS pun akan menganggarkan untuk perbaikan Jalan Sapan-Solokanjeruk itu, dengan diawali peninggian pembangunan jalan tersebut setinggi 20 cm dan pengecoran.
“Dengan harapan tidak lagi terjadi banjir di kawasan Sapan,” katanya.
