Satpol PP Cimahi Tingkatkan Patroli Jelang Lebaran

JABAR EKSPRES –  Satpol PP Kota Cimahi tingkatkan pengecekan identitas anggota gepeng dan anak jalanan. Dan ternyata, mayoritas bukan berasal dari Cimahi.

Untuk mengantisipasi lonjakan gepeng dan anak jalanan  jelang Hari Raya Lebaran dengan langkah pencegahan untuk mencegah peningkatan jumlah mereka di jalanan.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP, Kadina menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan Polisi, TNI, Garnisun, dan Subdenpom di seluruh wilayah Kota Cimahi pada tanggal 27 Maret 2024.

“Kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan, Tahap kedua dimana agenda tersebut meliputi Penangkapan yang akan kemudian di Bina oleh Dinas Sosial,” ungkapnya pada Jabar Ekspres saat ditemui di Kantor Satpol PP Pemkot Cimahi, Senin 25 Maret 2024.

Pihaknya akan berkolaborasi dengan Disperindag dan instansi lainnya dalam menjaga wilayah yang menjadi tanggung jawab Satpol PP.

BACA JUGA: TPT Ambruk, Jalan Kabandungan Sukabumi Diterjang Banjir

“Untuk H-7 sampai H+7 Hari Raya Lebaran kami bersiaga di Posko yang bertempat di alun-alun Kota Cimahi yang berjumlah kurang lebih 50 anggota Satpol PP,” papar Kadina.

Dalam operasi patroli siang dan malam, Kadina menuturkan anggotanya menemukan sejumlah gelandangan, pengemis, dan badut jalanan di sejumlah titik tertentu.

“Mereka ditemukan mereka banyak bermalam di wilayah sekitaran Alun-Alun kota hingga Masjid Agung Kota Cimahi,” jelasnya.

Kadina menjelaskan, Satpol PP akan melakukan upaya sementara untuk mencegah mereka tidur dan bermalam di wilayah tertentu dengan memberikan himbauan.

Kegiatan ini, lanjut Kadina mungkin harus dilakukan secara intensif. Mengingat informasi yang diberikan kepada mereka hanya sekali. Hal ini terutama berlaku ketika mereka pergi pada sore hari dan kembali keesokan harinya.

“Makanya saya menghimbau kepada anggota yang berdinas pagi ataupun malam saya tekankan untuk mengambil tindakan pelarangan,” tutur Kadina.

“Tindakan tersebut agar mereka (gepeng) atau anjak tidak tidur dan bermalam di wilayah yang bukan tempat semestinya,” tambahnya.

Masyarakat yang merasa terganggu dihimbau untuk memperhatikan kegiatan kelompok-kelompok yang meresahkan seperti para Gepeng dan Anjal di jalanan.

“Seperti di taman-taman kota, di wilayah yang banyak kendaraan yang berlalu lalang. Semoga dapat membantu, mengurangi dan memperindah Tata kota hingga jauh dari kata kumuh karena banyaknya gepeng,” himbaunya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan