JABAR EKSPRES – Skema ponzi, sebuah istilah yang semakin merayap dalam dunia investasi, telah menelan banyak korban di Indonesia salah satunya aplikasi smart wallet ini.
Dari simonida PCCP hingga Myers, dari BAT hingga GSBA, dan masih banyak lagi, daftar scam Ponzi semakin bertambah.
Modus operandi yang digunakan telah banyak terbongkar, mulai dari Redford hingga Global Excel Group.
Baca Juga:Pemerintah Indonesia Siap Buka Seleksi 2,3 Juta Formasi untuk CPNS dan PPPK, Berikut Syarat Dan CaranyaLirik dan Terjemahan Lagu Who I Am yang Dipopulerkan oleh Alan Walker, Peder Elias, dan Juga Putri Ariani
Bagi kamu yang tertarik untuk bergabung atau yang saat ini masih menjadi bagian dari mereka. Kamu perlu memahami bahwa menjadi bagian dari aplikasi ponzi berarti menjadi alat bagi para penipu.
Namun, banyak yang masih tidak menyadari peran mereka sebagai jongos-jongos Ponzi, terutama dengan cengkeraman kuat dari para pemimpin yang tak tergoyahkan.
Hal ini menjadi alasan utama mengapa aplikasi ini masih beroprasi, meskipun banyak sekali artikel-artikel online serta para pakar yang membuktikanpun apabila masih banyak masyarakat awam yang tergiur akan tetap melakukan deposit.
Kitapun harus lebih bijak dalam memilih investasi dan menyadari bahwa aplikasi semacam ini berbahaya. Mari bangun kesadaran kolektif untuk melawan skema Ponzi dan investasi bodong lainnya, sehingga tidak ada lagi yang terjerumus dalam perangkap yang sama.
