Karya Inovatif Siswa SMKN 3 Cimahi, Ciptakan Gaun Unik dari Bahan Daur Ulang

Doc. Karya Inovatif dari 3 Siswa SMKN 3 Cimahi, Ciptakan Gaun Unik dari Bahan Daur Ulang (mong)
Doc. Karya Inovatif dari 3 Siswa SMKN 3 Cimahi, Ciptakan Gaun Unik dari Bahan Daur Ulang (mong)
0 Komentar

Di ruang berbeda, Roro Dyah Guru Fashion Digital dan Desain Produksi Busana SMKN 3 Cimahi yang menjadi pembimbing mereka saat membuat gaun tersebut mengatakan, karya desain Nasywa sendiri yang membuat ketika dia mau mengikuti lomba Genre tersebu

“Jadi dia membuat dan mencari referensinya untuk lomba seperti apa,” ucapnya di ruang guru.

Roro mengatakan, peran guru adalah memberikan bimbingan dalam proses desain dan pembuatan pakaian.

Baca Juga:Pelaksanaan Perda Kesahatan Belum Maksimal, Nakes Masih TerbatasSaluran Air  Sering Tersumbat di Daerah Cibabat, Camat Serukan Kerjasama Bersihkan Sampah

“Kami hanya membimbing teknik menjahitnya, karena harus seperti sama seperti gambar lalu membuat pola baju nya, menyiapkan bahan untuk bajunya, sampai dipotong lalu di jahit sampai jadi,” ungkapnya sembari menunjukan proses pembuatan baju.

Mereka bertiga, tambah Roro sebenarnya tengah bekerja sama dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sekolah, namun fokus utama lebih tertuju pada Nasywa yang sedang mempersiapkan untuk mengikuti lomba Genre tersebut.

Ketika ditanya mengenai tantangan dalam pembuatan gaun, Roro menyatakan bahwa meskipun ada kesulitan, mereka memberikan bimbingan kepada anak-anak untuk mengatasi tantangan tersebut, terutama terkait kekhawatiran mereka terhadap kerusakan gaun.

“Kebetulan juga dibimbing oleh seorang desainer yang juga alumni SMKN 3,” ungkapnya.

“Terutama proses pengelemenan karena takut sobek, jadi di bimbing untuk mendaur ulang limbah menjadi baju,” tambah Roro.

Dengan rasa syukur, Roro mengapresiasi kompetensi unggul siswanya yang dapat dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat, melampaui kemampuan anak-anak lainnya.

“Jadi mereka bisa mewakili anak-anak yang lain juga yang bisa membuat busana bisa sampai seperti itu,artinya kompetensi sudah memadai sudah bisa kelas desainer sebenarnya,” ujarnya haru.

Baca Juga:Warga Minta Pengelolaan TPS Pasar Cicadas DibenahiMarak Pengendara Lawan Arus di Jalan Raya Garut-Bandung, Upaya Polisi Hanya Beri Nasihat dan Imbauan Pada Pelanggar

Siswa memiliki gaya unik dalam berbusana dalam menciptakan desain pakaian yang unik, menjadikan daur ulang sebagai alternatif untuk menciptakan pakaian yang tidak hanya artistik tetapi juga berfungsi praktis dalam penggunaannya.

“Alhamdulillah saya bersyukur pada para siswa, yang tidak hanya menciptakan pakaian tetapi juga mengutamakan daur ulang untuk memberikan manfaat lebih dari sekadar karya seni,” pungkas Roro dengan bahagia. (Mong)

0 Komentar