JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat berupaya menambah lagi pundi-pundi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional. Setidaknya 16 karya budaya diusulkan ke pusat di terminal pertama.
Ke-16 karya budaya itu beragam. Diantaranya Basa Cerbon (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon), Batik Trusmi (Kabupaten Cirebon), Bèrokan (Kabupaten Cirebon), Golok Kala Pètok (Kota Sukabumi).
Lalu ada juga Grebeg Syawal Cirebon (Kota Cirebon), Hajat Wawar (Kabupaten Subang), Mapag Sri Cirebon (Kabupaten Cirebon), Memitu Cirebon (Kabupaten Cirebon), Ngunjal Kasepuhan Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi).
Baca Juga:Lewat Daftar WBTB, Disparbud Dongkrak Harta Karun Karya BudayaCegah Putus Regenerasi, DPRD Dorong WBTb Masuk Kurikulum Pendidikan
Hingga Sirop Buah Campolay (Kota Cirebon), dan Wayang Golèk Cepak (Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan menjelaskan, usulan itu disampaikan dalam sidang yang digelar Kamis (2/6) lalu. “Jadi ada 16 WBTb yang kami usulkan. Ini baru termin pertama,” katanya, Sabtu (4/7).
Iendra melanjutkan, Usulan tersebut juga tidak sembarangan. Namun merupakan hasil inventarisasi, pendokumentasian, serta penyusunan berkas yang telah dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota. Termasuk melibatkan komunitas budaya, dan para pemangku kepentingan.
Iendra optimistis bahwa usulan itu bakal lolos sehingga akan ditetapkan sebagai WBTb nasional. “Persyaratan dan proses sudah kami penuhi. Kami harap juga makin menambah pundi-pundi WBTb nasional,” jelasnya.
Pemprov Jabar menargetkan seribu karya budaya untuk ditetapkan menjadi WBTb Indonesia. Maka dari itu, sidang akan digelar sebanyak tiga kali di waktu yang berbeda. Nantinya, hasil sidang penetapan WBTb Tahun 2026 akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan.(son)
