JABAR EKSPRES – Bincang Asik Bicara Politik atau yang akrab dikenal “Bisik-Bisik” melanjutkan roadshownya yang ke-6 di Sukabumi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Golkar Pro Prabowo-Gibran (GoPro) Jawa Barat dan Gerakan Menangkan Prabowo-Gibran Sekali Putaran (GEMPUR) 08 ini diadakan di Kedai Kopi 35.
Ahmad Imam, Wakil Koordinator GoPro Jawa Barat mengaku tak menyangka atas animo masyarakat Sukabumi setinggi ini.
Baca Juga:Ribuan Surat Suara Rusak di Bandung Segera DimusnahkanMilitansi Saksi Demokrat sebagai Kunci Keberhasilan
“Saya tidak menyangka bahwa partisipasi acara Bisik-Bisik Volume 6 ini tumpah ruah dihadiri ratusan massa dari berbagai wilayah dan umur. Kami mengapresiasi para peserta yang tetap ‘nekat’ datang walaupun hujan deras untuk menyerap ilmu yang diberikan para narasumber-narasumber hebat pada hari ini,” ucap Ahmad Imam saat ditemui di sela-sela acara.
Azmi Abi, Pengamat Pertanian sekaligus Koordinator Sahabat PaGi Sukabumi Raya tersebut, mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk menjaga ketahanan pangan.
“Kita generasi muda banyak yang menganggap remeh pekerjaan tani seharusnya malu, jika saat ini petani dan pertanian tidak lagi ada maka apa yang akan kita makan, dan jika kita selalu mengimpor pangan maka harga-harga bahan pokok akan melambung tinggi dan kita juga yang akan terkena imbasnya.” ujar Azmi Abi dalam Talkshow
Selain Azmi, ada pula Galih Permana, Founder dari Sukabumimuda.id yang juga menyoroti tentang pemuda yang sudah jarang memiliki minat untuk menekuni bidang pertanian. Galih menjelaskan bagaimana para pemuda di daerahnya masih belum memiliki pemikiran panjang untuk kesejahteraan dirinya maupun bangsa.
“Dikampung saya sangat banyak para pemuda-pemuda tanggung yang hanya berpikiran untuk esok hari saja, tetapi mereka tidak pernah memikirkan hal-hal fundamental yang dapat menunjang keberlanjutan hidupnya selama sebulan atau bahkan plan-plan hingga mereka tua. Oleh karena itu lah, para pemuda yang masih memiliki pikiran segar dan gagasan baru seharusnya memiliki pertimbangan baik buruk untuk segala tindakan yang mereka lakukan, seperti di pertanian ini, para pemuda harusnya ikut aktif berkontribusi dalam transformasipertanian modern dan berkelanjutan, untuk menunjang Indonesia Emas 2045. Kalau bukan kita generasi muda, lalu siapa lagi yang akan meneruskan harapan para founding father.” tegas Galih.
