JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 4,8 triliun untuk peserta pelatihan dalam program Kartu Prakerja 2024.
Pemerintah mengklaim bahwa program Kartu Prakerja telah memberikan perubahan terhadap para peserta yang mengikutinya.
“Prakerja terbukti mampu beradaptasi, inklusif, dan bisa memberikan hasil efisien. Akan tetapi, apresiasi dari berbagai lembaga internasional itu jangan sampai membuat kita terlena, tapi itu harus mendorong kita melakukan inovasi tambahan,” ucap Menko Airlangga dalam Pengarahan Komite Cipta Kerja dan Mitra Program Kartu Prakerja, di Jakarta, Selasa.
Baca Juga:Mengenal FOPO, Ketakutan yang Berlebihan Terhadap Pendapat Orang LainAlasan Aplikasi Penghasil Uang Chrono60 Tidak Aman untuk Digunakan
Airlangga saat ini terus berusaha mengupayakan agar bisa meningkatkan produktivitas kerja masyarakat Indonesia.
Kartu Prakerja adalah sebuah program yang memberikan akses pelatihan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Program ini telah memberikan pelatihan inklusif di 514 kabupaten/kota, dengan melibatkan 51 persen perempuan, 48 persen dari daerah-daerah yang sangat miskin, 2 persen dari daerah tertinggal, dan 3 persen dari penyandang disabilitas.
Program ini sangat penting karena tingkat penyerapan tenaga kerja terus meningkat dalam satu tahun terakhir. Meskipun jumlah angkatan kerja yang belum bekerja masih sekitar 5,32 persen, jumlah angkatan kerja yang masuk ke dunia kerja telah mencapai 4 juta orang.
Proses pendaftaran akun Prakerja dapat dilakukan melalui situs web www.prakerja.go.id. Setiap individu yang mendaftar akan menerima beasiswa sebesar Rp 4,2 juta.
Dana ini terbagi atas biaya pelatihan sebesar Rp 3,5 juta, insentif dana pasca pelatihan sebesar Rp 600.000, dan insentif survei sebesar Rp 100.000.
Selain pelatihan, Kartu Prakerja juga menawarkan program-program lain seperti Indonesia Skills Week (ISW) dan Talenta.ai yang bekerja sama dengan Microsoft. Untuk mengikuti program-program ini, satu-satunya syarat adalah memiliki akun Prakerja.
