Harga Beras Masih Mahal, Ini Penyebab IPH di KBB Kembali Naik

Harga Beras Masih Mahal, Ini Penyebab IPH di KBB Kembali Naik
Ilustrasi penjual bawang di Pasar Tradisional. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Cabai enggak begitu mahal, hanya bawang, dan daging ayam lagi naik. Sudah satu minggu harganya belum turun-turun,” singkat Enung (52), pedagang sayuran dan daging di Pasar Tradisional Tagog Padalarang.

Belum terkendalinya harga pangan di Kabupaten Bandung Barat, membuat Infek Perkembangan Harga (IPH) pun mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 0,39 persen pada periode minggu kedua Januari 2024

Hal tersebut membawa Kabupaten Bandung Barat menjadi satu dari lima daerah dengan IPH tinggi di Pulau Jawa.

Baca Juga:Konflik Gereja dan Bank, Bupati Cianjur: Jemaat Gereja Juga Warga CianjurIndonesia Resmi Protes ke AFC Terkait Gol Kedua Irak di Piala Asia 2023

Sementara itu, Sleman Yogyakarta di urutan pertama dengan raihan IPH 2,81 persen dan Kabupaten Bandung Barat berada di posisi kelima yakni 0,34 persen.

Direktur Statistik Harga BPS RI, Windhiarso Putranto menjelaskan,  sebanyak 10 kota/kabupaten dengan kenaikan IPH tertinggi yakni Sleman, Sampang, Majalengka, Pandeglang, Bandung Barat, Kepulauan Seribu, Pangandaran, Salatiga, Cianjur, dan Karawang.

Terpisah, menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Bandung Barat Ade Zakir mengatakan bakal segera menyiapkan antisipasi untuk menekan harga-harga komoditas.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah OPD untuk solusi cepat menekan harga dan sembako terjamin pasokannya.

“Pasti kita siapkan solusinya. Besok kita segera gelar rapat koordinasi untuk menangani ini,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar