JABAR ESKPRES – Masa Bhakti direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) akan berakhir dalam dua bulan ke depan atau tepatnya pada Februari 2024 mendatang.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi pun meminta Wali Kota Bogor Bima Arya segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda PPJ, mengingat waktu yang semakin mepet.
Saat disinggung mengenai kabar perpanjangan direksi Perumda PPJ. Kiwong menegaskan bahwa hal itu tidak perlu dilakukan, meskipun memang perpanjangan jabatan bisa dilakukan.
Baca Juga:Natal 2023, Putri Candarawathi Dapat Remisi 1 Bulan Cak Imin Sebut Kepanjangan SGIE: ‘Sego Goreng Iwa Endog’
“Tidak perlu pakai perpanjangan masa jabatan direksi. Memang dalam aturan diperbolehkan, tapi itu kan penilaiannya subjektif,” tegas Kiwong.
Ia menyatakan bahwa mekanisme seleksi menggunakan pansel adalah langkah yang paling fair dalam menentukan posisi jabatan direksi.
“Mekanisme pansel itu lebih dari. Sebab, pasti ada pendaftar yang memang qualified dan bisa memajukan Perumda PPJ,” sebutnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut ada kemungkinan melakukan perpanjangan masa jabatan direksi Perumda PPJ.
Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membentuk panitia seleksi.
Dedie Rachim mengatakan, alasan kemungkinan perpanjangan masa jabatan direksi Perumda PPJ, salah satunya terkait pencapaian direksi yang dianggap sudah sangat baik dan masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan.
“Sebetulnya ada pencapaian yang sangat baik dari direksi BUMD, khususnya Perumda Pasar Pakuan Jaya. Sebetulnya bukan hanya itu, Perumda Tirta Pakuan dan Bank Kota Bogor juga baik, tapi kan hanya Perumda Pasar Pakuan Jaya yang (masa jabatan direksi) mendekati akhir,” tuturnya.
Baca Juga:Penembakan Relawan Prabowo-Gibran, Ternyata Dilakukan OTKFirli Bahuri Revisi Surat Pengunduran Diri, Ini Tanggapan Pihak Istana
Selain dianggap berprestasi, lanjut Dedie, masih ada harapan untuk menyelesaikan PR yang kini masih berproses. Diantaranya proses revitalisasi Pasar Padasuka (Cumpok), Plaza Bogor dan revitalisasi beberapa pasar lain termasuk PR mengelola Pasar Teknik Umum (Pasar TU Kemang) agar lebih baik.
