JABAR EKSPRES – Kekesalan Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya pecah saat mengetahui bantuan pompa mobil pemadam kebakaran yang akan diberikan salah satu bank melalui program CSR-nya gagal didapatkan.
Padahal menurut Aam, dua pompa yang bernilai Rp400 juta itu sifatnya urgen untuk menangani musibah kebakaran di Kota Banjar. Aam menyebutkan, dua pompa yang terpasang saat ini kondisinya sudah tidak optimal, bahkan dalam menangani kejadian kebakaran, pihaknya menggunakan alat pompa Alkon yang notabene pompa tersebut untuk pertanian.
“Terakhir kita sampaikan persyaratan yang kurang pada bulan September 2023, namun kita tidak diberikan deadline waktu pengiriman berkas persyaratannya yang kurang,” katanya.
Baca Juga:Cara Jualan Online Laris di Facebook, Pasti Dapat Untung Besar!Percaya Kapabilitas dan Kapabilitas Mahfud MD, PDIP Ngaku Tak Beri Briefing?
Aam menyebut, pihaknya telah mengupayakan semaksimal mungkin dalam mengusulkan bantuan alat pompa mobil pemadam kebakaran dari CSR salah satu bank.
“Kaget ketika kita dapat info kalau bantuan itu (dua pompa) tidak jadi tahun ini karena dinilai lambat dalam melengkapi berkas sehingga program CSR-nya didahului oleh daerah lain yang sama-sama mengusulkan,” katanya.
Pihaknya juga mengaku bukan tidak sabar menunggu bantuan datang tahun depan, namun tahun ini simbolis penyerahan CSR-nya sudah dilakukan.
“Harusnya masuk tahun ini bantuan pompa itu karena simbolisnya sudah diserahkan tahun ini. Kita menginginkan secepatnya juga mengingat alat-alat pemadam kebakaran yang kita miliki sudah tidak optimal,” katanya.
